Jakarta (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok membuat layanan paspor khusus bagi pelaut di kawasan itu.
“Kini, para pelaut tidak perlu lagi menempuh jarak jauh atau mengantre di kantor imigrasi, layanan jemput bola telah hadir di depan mata,” kata Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Priok, Imam Setiawan di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kehadiran “Immigration Corner” di kawasan pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut semakin mempermudah pelaut untuk melakukan pengurusan izin tinggal.
Ia mengatakan ada beberapa poin utama dari Inovasi layanan ini seperti kecepatan dan efisiensi.
"Jadi, proses permohonan paspor, mulai dari penyerahan berkas hingga pengambilan biometrik, kini dapat dilakukan langsung di area pelabuhan," kata dia.
Baca juga: Pemkot Jakut: "Immigration Lounge" dekatkan layanan kepada masyarakat
Selain itu, kata Imam, ada juga layanan "One-Stop Service" yang mengintegrasikan birokrasi antara dokumen pelayaran yakni buku pelaut dengan dokumen perjalanan atau paspor.
Menurut dia, kehadiran program ini guna mempercepat mobilitas kru kapal nasional maupun internasional yang memiliki jadwal sandar sangat ketat.
"Kami memahami bahwa waktu adalah segalanya bagi seorang pelaut. Dengan adanya Immigration Corner ini, kami hadir memberikan kepastian hukum dan kenyamanan layanan tepat di jantung aktivitas mereka," kata dia.
Sebelumnya, para pelaut seringkali terkendala waktu saat kapal sedang bersandar (port stay) yang singkat untuk mengurus dokumen perjalanan.
Dirinya berharap dengan kehadiran gerai ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan tersebut, sehingga para pahlawan devisa ini dapat kembali berlayar dengan dokumen yang lengkap tanpa rasa cemas.
Baca juga: MRT Jakarta ingin buka gerai layanan paspor di stasiun
“Kami berharap ini membuat sinergi antara otoritas imigrasi dan perhubungan laut menjadi panutan bagi pelabuhan-pelabuhan besar lainnya di Indonesia dalam menciptakan ekosistem maritim yang lebih modern dan melayani,” kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.