Jakarta (ANTARA) - Setiap individu punya cara masing-masing menikmati waktu sore sembari menunggu waktu berbuka puasa dan ditemani alunan lagu berisi "pelukan emosional" yang dibawakan dari dekat oleh sang empunya ternyata termasuk menjadi salah satu pilihan menarik.

Penyanyi Kunto Aji hadir di Perpustakaan Jakarta, Cikini pada Jumat (6/3) sore membawakan sederet lagu populernya yang kebanyakan berasal dari album kedua dan ketiga.

Kehadirannya menjadi bagian dari kegiatan "Senandung Aksara" (Senara) yang tahun ini termasuk dalam rangkaian program literasi Ramadhan "Ngabuburead 2026" di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Acara itu untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan aktivitas yang lebih bermakna, seperti diskusi buku, workshop literasi, kegiatan membaca kreatif, kajian, hingga pertunjukan seni dan sastra.

Lebih dari sekadar pertunjukan, "Senandung Aksara" dirancang sebagai ruang perenungan kolektif yang mengajak masyarakat menyimak, merasakan, dan memaknai pengalaman hidup melalui kata dan nada, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai tempat bertemu gagasan, ekspresi seni, dan kebersamaan.

Pertunjukan dibalut dalam format pentas sastra dan musik yang menggabungkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, serta penampilan musikal yang bersifat intim dan reflektif.

Pada edisi kali ini, "Senara" menghadirkan berbagai kolaborasi komunitas dan seniman, termasuk kolaborasi dramatisasi dan musikalisasi puisi oleh Orkes Darah Muda (SMAN 83 Jakarta) dan Sun Community, serta penampilan dari Lunar (LNR), yang berpuncak pada penampilan musisi Kunto Aji sebagai bintang tamu.

Kunto Aji menjadi penampil terakhir. Mengenakan atasan putih dan celana panjang denim biru muda, dia mengawali "konser mini" sore itu dengan melantunkan lagu "Jakarta Jakarta". Sesuai judulnya, lagu "Jakarta Jakarta" mengisahkan tentang seseorang yang meraih mimpi-mimpi di Ibu Kota dengan segala hiruk pikuknya.

Usai satu lagu, dia menyapa penonton dan memperkenalkan diri. Kunto Aji lalu bertanya adakah di antara penonton yang merasa stres, jenuh, atau bahkan cemas berlebihan.

Dia memahami kondisi baik di Tanah Air maupun global saat ini terkadang bisa membuat seseorang menjadi cemas. Kunto Aji mengatakan sebenarnya jarang mendengarkan suaranya sendiri. Namun ada lagu favorit miliknya yang sering dia dengar, walau ada rasa geli, katanya.

"Konon Katanya", "Mercusuar", "Saudade" pun mengalir, dibarengi iringan suara penonton yang ikut bernyanyi. Mereka ikut larut dalam nyanyian Kunto Aji.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.