Jeddah (ANTARA) - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras penutupan terus-menerus Masjid Al-Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel dan memcegah akses masuknya bagi para jamaah selama delapan hari berturut-turut.

OKI menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat-tempat suci dan hak kebebasan beribadah, serta provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Sekretariat Jenderal memperingatkan bahwa berlanjutnya pelanggaran dan serangan sistematis terhadap kota Yerusalem yang diduduki, dan tempat-tempat sucinya akan memicu siklus kekerasan dan ketegangan serta semakin menggoyahkan stabilitas kawasan tersebut.

Sumber: SPA-OANA

Baca juga: Israel batasi jamaah Palestina di Al-Aqsa pada jumat pertama Ramadan

Baca juga: Polisi Israel tangkap Imam Masjid Al-Aqsa

Baca juga: Di tengah pembatasan Israel, 100.000 jamaah shalat Jumat di Al-Aqsa


Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.