Jakarta (ANTARA) - Petenis No.1 dunia Aryna Sabalenka mengalahkan petenis No.35 Jaqueline Cristian dengan skor 6-4, 6-1 di Indian Wells, Senin WIB, untuk bertemu dengan Naomi Osaka pada babak 16 besar BNP Paribas Open 2026.
Sabalenka dan Osaka hanya pernah bertemu sekali, delapan tahun lalu di US Open pada babak keempat. Osaka, unggulan ke-20, mengalahkan Sabalenka yang unggulan ke-26 dalam tiga set. Keduanya baru berusia 20 tahun saat itu.
"Saya akan memiliki kesempatan untuk membalas dendam, mudah-mudahan. Saya ingin bermain melawannya," kata Sabalenka usai pertandingan, dikutip dari WTA.
Sementara Sabalenka mencatatkan kemenangan ke-23 berturut-turut atas petenis di luar peringkat 20 besar, Osaka yang berada di peringkat 16 mengalahkan Camila Osorio dengan skor 6-1, 3-6, 6-1.
Sabalenka, yang tidak bermain di dua turnamen WTA 1000 di Timur Tengah, tampak sangat rileks dalam dua pertandingan straight set-nya setelah lima pekan istirahat.
Satu-satunya kekalahannya dalam 14 pertandingan tahun ini terjadi saat melawan Elena Rybakina di final Australian Open.
Ini adalah pertemuan pertama dalam karir Sabalenka dan Cristian, dan unggulan teratas itu langsung tampil agresif.
Sabalenka memenangi 16 dari 17 poin dalam empat gim servis pertamanya -- satu-satunya kesalahan adalah double fault.
Baca juga: Janice Tjen tersingkir dari WTA 1000 Indian Wells
Namun, saat melakukan servis untuk set pertama pada kedudukan 5-3, rasa gugup tampaknya mulai muncul. Dua double fault akhirnya membuatnya kehilangan gim tersebut.
Saat Cristian mencoba menyamakan kedudukan menjadi 5-5, Sabalenka menciptakan set point dengan pukulan overhead. Cristian kemudian melakukan double fault yang memberikan Sabalenka kemenangan di set pertama.
Pada gim pertama set kedua, Cristian membalas dengan break point miliknya sendiri, tetapi Sabalenka membalas. Sepanjang pertandingan, Sabalenka menyelamatkan lima dari enam break point yang dihadapinya.
"Pada titik tertentu mereka akan mulai merasa tegang, itulah yang saya rasakan terhadap sebagian besar pemain," kata Sabalenka setelah pertandingan.
"Ya, mereka dapat memainkan beberapa gim yang benar-benar luar biasa, mungkin gim-gim penting, tetapi kemudian level permainan mereka akan menurun dan saya akan mendapatkan kesempatan saya."
Kemenangan tersebut membuat Sabalenka melampaui Maria Sharapova sebagai pemain dengan kemenangan pertandingan WTA 1000 terbanyak ketujuh (137) sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009. Hanya Victoria Azarenka (209) yang memiliki lebih banyak kemenangan di antara pemain aktif.
Baca juga: Swiatek siapkan pertandingan ulang lawan Sakkari di Indian Wells
Sementara itu, bagi Osaka babak ketiga menjadi pembalasan dendam. Setahun yang lalu, Osorio mengalahkan Osaka di Indian Wells dalam dua set langsung, tetapi pertandingan ini berbalik dengan cepat ketika Osaka mematahkan tiga gim servis pertama Osorio.
Set kedua jauh lebih menarik, dengan Osorio yang lebih agresif unggul 5-2, dan berhasil menutupnya.
Osaka bangkit kembali di set ketiga dengan gemilang, memenangi tiga gim pertama dan mengakhiri set dengan selisih yang nyaman.
"Saya rasa di set kedua, saya benar-benar frustrasi dengan banyak kesalahan yang saya buat, dan saya membiarkannya menguasai saya," kata Osaka.
"Di set ketiga, saya hanya mencoba untuk fokus poin demi poin dan tidak terlalu memikirkan masa depan. Sejujurnya, saya mengatakan pada diri sendiri untuk lebih positif."
Soal pertandingan babak 16 besar melawan Sabalenka, Osaka sangat menantikan laga tersebut.
"Jelas dia sangat konsisten, dia pemain nomor 1 di dunia dan itu, bagi saya, sangat memotivasi," kata Osaka.
"Saya senang bermain melawannya, dan saya sangat menantikannya."
Baca juga: Rybakina dan Muchova atasi tantangan set pembuka di Indian Wells
Baca juga: Alcaraz kalahkan Dimitrov dengan sempurna di laga pembuka Indian Wells
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.