Kesenian tradisional Magelang ramaikan Cap Go Meh

Kesenian tradisional Magelang ramaikan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh Semarang Warga menyaksikan atraksi liong Naga Doreng yang dimainkan para prajurit TNI AD pada perayaan Cap Go Meh di Semarang, Jateng, Jumat (19/2) malam. Cap Go Meh melambangkan hari terakhir dari rangkaian masa perrayaan Imlek. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/pras/16. ()

Magelang (ANTARA News) - Sekitar 17 grup kesenian tradisional yang selama ini dilestarikan masyarakat Kota Magelang, Jawa Tengah, ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh Tahun Baru 2567 melalui kirab budaya melewati sejumlah ruas jalan utama di daerah setempat.

"Mereka berasal dari berbagai kelurahan, akan turut memeriahkan perayaan Cap Go Meh yang menjadi tradisi masyarakat keturuan Tionghoa di Kota Magelang dalam merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini," kata salah satu koordinator kirab budaya Cap Go Meh 2567 Kota Magelang Condro Bawono di Magelang, Minggu.

Bawono yang juga Wakil Sektretaris Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Magelang itu, mengatakan forum tersebut bekerja sama dengan pengelola Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang, yakni Yayasan Tri Bhakti, untuk mengemas perayaan Cap Go Meh di daerah setempat melalui kirab budaya.

"Tahun ini pihak Kelenteng menjalin kerja sama dengan FK Metra untuk penyelenggaraan kirab budaya besok malam (22/2)," katanya.

Ia menyebut sejumlah kelompok kesenian rakyat yang akan melakukan kirab, antara lain tarian tradisional Jatilan (Sanggar Satriya Budaya Kiringan, Kelurahan Tidar Utara), dan Grasak Buta Rumeksa (Sanggar Turangga Kencono Muda Kelurahan Nambangan).

Selanjutnya, Soreng (Sanggar Pongangan Kelurahan Wates), Topeng Ireng (Sanggar Pesona Puspa Rimba Kelurahan Cacaban), dan Reog (Sanggar Manunggal Budaya Kelurahan Rejo Selatan).

Selain itu, Grasak Obor (Komunitas Malanggati Kelurahan Rejo Utara), Buta Gedruk (Sanggar Turangga Saputra Budaya Kelurahan Nambangan), kesenian naga Barongsai (Kelompok Sembilan Naga, kawasan Pecinan), dan Kubro Siswa (Sanggar Fajar Siswa Universitas Muhammadiyah Magelang).

"Dari kelompok drum band Akmil juga akan ikut memeriahkan," ujar Bawono, pegiat kesenian dan kebudayaan di Kota Magelang yang akrab dipanggil "Mbilung Sarawita" itu.

Ia mengatakan kirab dimulai dari sekitar Pasar Rejowinangun melewati sejumlah ruas jalan utama di daerah setempat, hingga berakhir di Alun-Alun Kota Magelang.

Siang harinya, katanya, pengelola Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang juga melakukan perayaan Cah Go Meh dengan menurunkan kelompok penari Barongsai guna melakukan tradisi kirab di pusat perbelanjaan Pecinan untuk mengambil angpao yang telah dipasang oleh para pemilik toko-toko di kawasan Jalan Pemuda itu.

Ia menjelaskan tentang keterlibatan berbagai grup kesenian tradisional di daerah setempat pada perayaan Cap Go Meh yang menjadi wujud semangat persatuan dan kesatuan masyarakat setempat.

"Kami ingin menunjukkan betapa masyarakat menjaga dengan baik semangat persatuan dan kesatuan antarkelompok masyarakat di daerah kami ini, yang terus kami jaga dengan baik," katanya.

Selain itu, FK Metra Kota Magelang juga menjadikan kirab budaya Cap Go Meh tahun ini sebagai kampanye pemeliharaan berbagai fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah, seperti lampu penerangan jalan, taman kota, dan rambu-rambu lalu lintas.

Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Perayaan Cap Go Meh, warga Tionghoa berdoa berharap kesembuhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar