Kami mendukung kegiatan ini bersama Paten Mekar Tani sebagai kontribusi nyata terhadap upaya menjaga ketahanan pangan nasional,
Jakarta (ANTARA) - PT Mekar Investama Teknologi (Mekar) bersama PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani) berkolaborasi menghidupkan lahan tidur selama 30 tahun melalui penanaman jagung bersama Kepolisian Republik Indonesia, guna mendukung swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Chief Executive Officer (CEO) Mekar Pandu Aditya Kristy mengatakan, keterlibatan pihaknya bersama Paten Mekar Tani dalam kegiatan itu merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan dan kemandirian sebuah bangsa. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat, kita dapat bersama-sama memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Pandu sebagaimana keterangan di Jakarta, Senin.
Penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Sumatera Barat dilaksanakan di Posko Farm Panen Mekar Tani, Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (7/03).
Baca juga: Polri dan Pemuda Katolik tanam jagung pada 80 hektare lahan di Cianjur
"Kami mendukung kegiatan ini bersama Paten Mekar Tani sebagai kontribusi nyata terhadap upaya menjaga ketahanan pangan nasional," ujar Pandu.
Ia menuturkan, kegiatan itu merupakan bagian dari program Penanaman Jagung Serentak yang diinisiasi Mabes Polri dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menambahkan, lahan yang digunakan untuk penanaman jagung tersebut sebelumnya berada dalam kondisi tidak produktif selama puluhan tahun. Lahan itu sebelumnya merupakan lahan tidur selama lebih dari 30 tahun. Kondisinya rusak, dipenuhi semak belukar, dan tidak produktif.
"Melalui upaya bersama, lahan tersebut kini mulai dihidupkan kembali menjadi lahan pertanian produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Polda Jabar fasilitasi KUR petani jagung guna lawan tengkulak
Menurutnya, pengembangan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga perlu memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
“Kami ingin mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memastikan pembangunan pertanian tetap menjaga keseimbangan dengan lingkungan,” jelasnya.
Dia mengaku, selama ini pihaknya aktif dalam mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya usaha yang dijalankan oleh perempuan. Kini perusahaan juga memperluas kontribusinya ke sektor pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Melalui Paten Mekar Tani, kami mengembangkan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Kapolri hadiri tanam raya jagung, dukung swasembada pangan Presiden
Menurutnya program itu juga berpotensi membuka lapangan kerja serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat setempat, seiring dengan berkembangnya aktivitas pertanian di kawasan Padang Pariaman.
Upaya tersebut diperkuat melalui pengembangan Mekar Ekosistem, yang menghubungkan berbagai pelaku usaha untuk saling mendukung dan memperkuat pertumbuhan sektor riil, termasuk di bidang agrikultur.
“Ke depan, yang ingin kami dorong bukan hanya peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pembangunan ekosistem ekonomi berkelanjutan melalui Mekar Ekosistem, di mana setiap pihak dapat saling mendukung dan saling menguatkan,” ujar Pandu.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pandu berharap sektor pertanian dapat terus berkembang sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Baca juga: Dirut Bulog tegaskan kesiapan ekspor beras dan jagung di tahun ini
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan tanam raya jagung serentak se-Indonesia kuartal I 2026 di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (7/3) sebagai komitmen untuk menuntaskan target swasembada pangan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Tentunya ini menjadi program dan komitmen Polri untuk menuntaskan agar kita betul-betul bisa menyelesaikan apa yang menjadi target dari Bapak Presiden," kata Sigit dalam keterangan diterima di Jakarta.
Sigit menyatakan, untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya jagung, Polri terus menggandeng kelompok tani, elemen masyarakat hingga seluruh kementerian/lembaga terkait.
Diketahui, Polri menerima tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung program swasembada pangan, salah satunya dengan mengawal dan melaksanakan penanaman jagung secara serentak di berbagai wilayah Indonesia seluas 1 juta hektare.
Baca juga: Pemerintah dorong Bulog ekspor jagung saat produksi alami surplus
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada jagung sejak akhir tahun 2025.
Bahkan hingga awal Maret 2026, Kementerian Pertanian mencatat jika Indonesia juga mencapai swasembada beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.