Pertumbuhan Batam juga tanpa bergantung kepada sektor minyak dan gas, ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,

Batam (ANTARA) - Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year) pada tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Batam di 2025 sebesar 6,76 persen, menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Pertumbuhannya lebih tinggi dari provinsi dan nasional,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.

Baca juga: PT TASPEN salurkan Rp9,7 T untuk pensiunan 12 hari sebelum Lebaran

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepri, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa dukungan sektor minyak dan gas (migas) seperti di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna.

Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu, Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen.

“Pertumbuhan Batam juga tanpa bergantung kepada sektor minyak dan gas, ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.

Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Batam melonjak tajam capai 7,49 persen di 2025

Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, katanya, maka dari itu menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal.

“Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri, menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.

Baca juga: BP Batam aktifkan kembali LO di Singapura guna percepat investasi

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.