Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerukan pentingnya pelestarian keris melalui literasi dan juga peningkatan kapasitas para pelaku keris salah satunya melalui sertifikasi profesi keris.

“Kita berharap semakin banyak orang yang
mengapresiasi keris. Maka itu diperlukan banyak literasi dan kajian terkait keris. Kementerian Kebudayaan juga membuka Lembaga Sertifikasi Profesi Keris Indonesia, dengan 29 skema di dalam lembaga sertifikasi,” kata Menbud dalam keterangan yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Saat pelantikan Kepengurusan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Koordinator Wilayah Sumatra Utara Periode 2026 - 2030, ia juga jelaskan bahwa SNKI adalah salah satu dari enam organisasi budaya Indonesia yang telah terakreditasi oleh UNESCO.

Baca juga: Festival Keris Nusantara 2025 pamerkan 100 keris dari berbagai daerah

Baca juga: Museum NTB gelar lokakarya merawat keris bersama tiga museum Australia

“SNKI merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh pemerintah melalui hasil Kongres Perkerisan pada 2016 silam. Pada awalnya panggung keris yang ada hanya sekitar 16, kini sudah lebih dari 250 penggiat keris di seluruh Indonesia. Ini menandakan kesinambungan dan keberlanjutan budaya kita,” tambahnya.

Fadli berharap Keris dapat dijadikan sebagai salah satu IP budaya Indonesia yang harus dijaga bersama serta bisa dijadikan sebagai kekayaan intelektual, bersama dengan objek budaya lainnya.

Keris Indonesia, kata dia, tercatat sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak tahun 2005 silam, setelah pencatatan Wayang pada tahun sebelumnya.

Tahun ini, Indonesia kembali akan mengajukan dua nominasi objek pemajuan kebudayaan untuk disidangkan dan diinskripsi pada sidang UNESCO yang akan diselenggarakan akhir tahun mendatang, yaitu tempe dan Mak Yong yang dinominasikan melalui skema pengajuan bersama dengan Malaysia.

Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk terus mendukung kerja komunitas dan masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan sebagai langkah kolaboratif antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum SNKI Wilayah Sumatra Utara, Zulfani Anhar mengapresiasi pemerintah dalam menahkodai upaya pemajuan kebudayaan serta mengenalkan kembali kearifan lokal Nusantara melalui benda-benda bersejarah, salah satunya Keris.

Baca juga: Kemenbud: Edukasi dan riset penting jaga nilai budaya keris

Baca juga: Puluhan pusaka seluruh nusantara dipamerkan di Semarang

Baca juga: Museum NTB perluas jaringan internasional bersama Museum of Sydney

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.