Tetapi kami believe di sektor industri pariwisata cukup kuat, wisata domestiknya
Jakarta (ANTARA) - Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney memperkuat layanan wisata domestik mengantisipasi dampak dari konflik di Timur Tengah berupa penyesuaian dan pembatalan sejumlah rute penerbangan ke destinasi andalan Indonesia, seperti Bali.
Berdasarkan laporan Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, sejak Sabtu (28/2) hingga Rabu (4/3), sebanyak 35 penerbangan internasional batal terbang akibat penutupan ruang udara menyusul konflik di Timur Tengah.
“Sudah pasti penerbangan ada cancellation dan lain sebagainya, itu pasti impact, tidak mungkin tidak impact. Tetapi kami believe di sektor industri pariwisata cukup kuat, wisata domestiknya,” kata Direktur Commercial InJourney, Veronica H. Sisilia dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Tata itu mengatakan masih optimistis sektor aviasi dan pariwisata di Indonesia tetap bertumbuh di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.
Hal ini dikarenakan pada kuartal I (Q1) tahun 2026 terdapat momentum libur panjang, mulai dari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Tahun Baru Imlek, hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Nyepi yang diharapkan mampu mendongkrak pergerakan wisatawan domestik.
“Dari sektor pariwisata sendiri, apa pun yang terjadi sampai hari ini, volatilitas di harga energi, nilai tukar dan lain sebagainya pasti itu impact,” kata Tata.
“Tapi, kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk di 2025, penutupan di Desember itu sekitar 14,4 persen, dan kami berharap wisata domestik masih kuat,” ujarnya menambahkan.
Untuk itu, Tata mengatakan InJourney melalui berbagai ekosistem di dalamnya telah mempersiapkan sejumlah penawaran dan layanan menarik agar momentum libur panjang Idul Fitri dan Nyepi mendatang dapat berjalan dengan baik terlepas dari dampak konflik global.
“Kami ingin sebagai penyedia jasa, semua orang menikmati libur Lebaran ini dengan hati yang senang. Bisa pulang mudik, jalan-jalan bersama keluarga, naik pesawat, dan sebagainya, itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini,” ujar Tata.
Baca juga: Kemenpar bersiap memitigasi dampak konflik Timur Tengah
Baca juga: Bandara Bali umumkan penerbangan rute Dubai mulai operasi bertahap
Baca juga: Kemenpar dorong peningkatan kualitas destinasi wisata dalam negeri
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.