Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak para penyandang disabilitas untuk mempelajari agama Islam melalui kegiatan Pesantren 1.000 Cahaya Ramadhan di Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD) Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/3).
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI Farid Septian melalui keterangan di Jakarta, Senin, menjelaskan program ini merupakan aksi serentak yang digerakkan oleh mahasiswa Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) di 233 titik yang tersebar pada 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di Timur Tengah.
"Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai," katanya.
Lebih lanjut Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, menegaskan kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Baznas dalam merangkul seluruh komunitas.
Baca juga: Baznas gelar pesantren komunitas marjinal di 20 titik selama Ramadhan
"Melalui program ini kami tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menghidupkan semangat literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akomodasi layak," ujarnya.
Sementara Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kota Bogor Taufik berterima kasih atas kehadiran Baznas di tengah keterbatasan fasilitas yang mereka hadapi dan berharap kegiatan itu menjadi pemantik bagi pihak lain untuk memberikan perhatian pada kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas.
"Kami berterima kasih kepada Baznas atas program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini. Saat ini kami masih berjuang mandiri untuk biaya operasional dan pelatihan guru berkebutuhan khusus. Kami ingin menunjukkan bahwa disabilitas pun bisa berdaya jika diberikan kesempatan yang setara," ucap Taufik.
Baca juga: Baznas berikan edukasi keagamaan untuk anak jalanan di Ciputat Tangsel
Baca juga: Pesantren Jalan Cahaya Baznas lakukan dakwah inklusif bagi disabilitas
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.