Tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan secara ketat agar tidak menambah korban jiwa
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan risiko longsor susulan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan setidaknya sebagaimana prakiraan cuaca BMKG dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan hingga deras di wilayah Jabodetabek, termasuk lokasi kejadian, sehingga meningkatkan risiko longsor susulan karena stabilitas timbunan sampah di lokasi masih labil.
“Tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan secara ketat agar tidak menambah korban jiwa,” kata dia.
Longsor gunung sampah terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut juga menyebabkan sejumlah truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun material.
Baca juga: Menteri LH: Benahi Bantargebang agar longsor sampah tak berulang
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi Jakarta, langsung melakukan proses evakuasi serta pendataan kerugian materiil setelah kejadian.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel SAR gabungan.
“Hari ini Senin sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata dia.
Data sementara menunjukkan jumlah korban terdampak mencapai 13 orang, terdiri atas empat orang meninggal dunia, empat orang selamat, dan lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga: Menteri LH: Tragedi Bantargebang bentuk kegagalan pengelolaan sampah
Korban selamat masing-masing Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.
Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni Enda Widayanti (25) pemilik warung, Sumine (60) pemilik warung, Dedi Sutrisno sopir truk asal Karawang. serta Irwan Supriatin sopir truk.
Adapun lima korban yang masih dalam pencarian yaitu Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan satu korban yang belum teridentifikasi.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan sekitar 336 personel SAR gabungan.
Tim membuka akses menuju titik longsoran menggunakan alat berat, seperti ekskavator, serta mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun material.
Baca juga: Tim SAR kembali temukan jasad korban longsor di TPST Bantargebang
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.