Sampai evaluasi kemarin untuk arus mudik dan arus balik baik dari ketersediaan BBM, baik dari ketersediaan maupun keterjangkauan siap dan masih cukup untuk 21 hari kerja,

Cirebon (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyebutkan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional, saat ini dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Sampai evaluasi kemarin untuk arus mudik dan arus balik baik dari ketersediaan BBM, baik dari ketersediaan maupun keterjangkauan siap dan masih cukup untuk 21 hari kerja,” kata Herman dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Senin.

Ia mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah Komisi VI DPR RI melakukan evaluasi bersama sejumlah pihak, termasuk Pertamina, PLN, serta pemangku kepentingan sektor transportasi darat.

Ia menyampaikan, stok energi tersebut akan terus ditambah menyesuaikan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, khususnya saat periode mudik dan arus balik Lebaran.

Baca juga: Pertamina siagakan 7.885 SPBU antisipasi mudik Lebaran 2026

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi, meskipun saat ini harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak mentah global.

Herman mengatakan, pemerintah memiliki sejumlah strategi, untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga energi global terhadap kondisi dalam negeri.

Ia mencontohkan kebijakan pada masa Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika harga minyak dunia melonjak dan pemerintah menyesuaikan harga BBM dengan tetap memberikan jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut, kata dia, dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengendalikan dampak sosial akibat kenaikan harga energi.

Baca juga: Komisi VI dorong BUMN menyiapkan BBM dan transportasi saat mudik

Herman menilai pemerintah saat ini telah memperhitungkan berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan BBM saat momentum Idul Fitri.

Ia meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki strategi, untuk menjaga ketersediaan energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Presiden Prabowo, saya meyakini memiliki strategi, cara bagaimana mengelola situasi saat ini,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah juga dapat mempertimbangkan skema kompensasi anggaran, untuk menahan kenaikan harga energi agar tidak melampaui daya beli masyarakat.

Baca juga: Pram ajak masyarakat mudik ke Jakarta agar hemat BBM

“Tentu ini pilihan-pilihan yang kita serahkan kepada pemerintah dan yang terpenting bahwa masyarakat, tetap tidak kehilangan sumber energi, tidak kehilangan bahan bakarnya, namun dengan harga terjangkau oleh daya belinya,” ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.