Bapak-bapak akan disebar dan hadir di berbagai kota yang menjadi simbol harmoni keagamaan di Indonesia, dari Sulawesi Selatan, Sumatera, IKN, hingga Jawa. Jangan takut tidak bisa berbahasa Indonesia...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima audiensi para qari dan dai lulusan Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, yang bakal melakukan safari dakwah selama beberapa hari pada Ramadhan 1447/2026 di Tanah Air.
Kehadiran para cendekiawan delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama strategis dalam misi dakwah Islam yang moderat dan harmonis.
“Saya ucapkan selamat datang kepada cendekiawan muda yang sudah hadir di sini. Mesir adalah negara cendekiawan Islam yang besar. Banyak imam-imam, qari, dan ulama masyhur di Indonesia adalah lulusan dari Universitas Al-Azhar," ujar Menag Nasaruddin umar di Jakarta, Senin.
Menag menegaskan hubungan keagamaan antara warga Indonesia dengan Al-Azhar terjalin sangat kuat, terbukti banyak tokoh agama besar di Indonesia yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar.
Baca juga: Al-Azhar siap kirim dosen dan ahli bahasa Arab ke Indonesia
Para Qari dan Da'i dari Al-Azhar ini dijadwalkan akan bertugas di sejumlah wilayah di Indonesia, meliputi Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur (IKN), Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Menag menekankan penempatan ini bertujuan untuk memperkuat simpul-simpul harmoni keagamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
“Bapak-bapak akan disebar dan hadir di berbagai kota yang menjadi simbol harmoni keagamaan di Indonesia, dari Sulawesi Selatan, Sumatera, IKN, hingga Jawa. Jangan takut tidak bisa berbahasa Indonesia, Insya Allah, di sana akan ada orang-orang baik yang membantu untuk membiasakan diri,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Baca juga: Enam ulama Al Azhar Mesir isi syiar Ramadhan di Indonesia
Program pengiriman dai ini dipandang sebagai jembatan kebudayaan dan intelektual yang sangat penting. Menag berharap kehadiran para utusan MHM ini tidak hanya memberikan pencerahan keagamaan, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan.
“Saya ucapkan terima kasih dan selamat bertugas. Anggaplah Indonesia ini sebagai negeri kedua. Saya berharap para qari sekalian dapat lebih dekat budaya Indonesia yang sangat kaya,” kata dia.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin ini dijadwalkan akan memulai masa tugasnya di berbagai masjid raya dan pusat dakwah di daerah penugasan. Penempatan di Kalimantan Timur secara khusus menandai dukungan internasional dalam aspek keagamaan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
Baca juga: Menag: Istiqlal-Masjid Negara IKN adalah masjid kembar pusat keagamaan
Baca juga: Menag: Masjid Negara IKN jadi mercusuar toleransi beragama
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.