Jakarta (ANTARA) - TNI AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III menggagalkan penyelundupan 6,1 ton pasir timah yang diselundupkan menggunakan kemasan kardus dari Bangka Belitung, menuju Jakarta, Kamis (6/3).
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia saat jumpa pers di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, mengatakan penggagalan itu bermula dari informasi yang diterima pihaknya bahwa ada truk bermuatan pasir timah ilegal berangkat dari Bangka Belitung menuju Jakarta, Kamis (5/3).
Truk tersebut, kata Uki, masuk ke Jakarta lewat jalur laut menggunakan KMP Sakura Ekspres. Berdasarkan informasi tersebut, personel Kodaeral langsung bersiaga di Pelabuhan Tanjung Priok.
Ketika kapal tersebut sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, personel langsung memeriksa truk tersebut. Truk tersebut ditemukan dalam keadaan kunci menempel dan tanpa pengemudi.
Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan 1,4 ton sianida dari Filipina
Truk tersebut lalu dibawa ke Markas Kodaeral III untuk pemeriksaan muatan. Petugas pun menemukan pasir timah yang dikemas dalam beberapa kardus.
Setelah dihitung, kata Uki, berat pasir timah tersebut mencapai 6,1 ton. Temuan ini lalu diserahkan ke pihak berwajib untuk ditelusuri sindikat pengirim dan tujuan pengiriman.
Uki menegaskan bahwa penangkapan ini mempertegas komitmen TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia dari aktivitas ilegal.
Dia berharap penangkapan ini bisa memberikan efek jera bagi seluruh pihak yang ingin menggunakan laut Indonesia menyelundupkan barang-barang ilegal.
Baca juga: TNI AL pamerkan barang sitaan 496 ton timah di Babel
Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan arang bakau di Pelabuhan Tanjung Priok
Baca juga: BNN Jakarta apresiasi TNI AL karena gagalkan penyelundupan 10 kg sabu
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.