Kota Bandung (ANTARA) - Universitas Pendidikan Indonesia menargetkan sekitar 2.000 peserta mengikuti ajang Isola Fun Run 2026 yang akan digelar pada Sabtu, 11 April 2026.
Rektor UPI Didi Sukyadi menyatakan kegiatan lari santai yang baru pertama kali diselenggarakan tersebut terbuka bagi civitas akademika, alumni, serta masyarakat umum.
“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin mengajak masyarakat lebih banyak bergerak agar tetap sehat. Konsep fun run dipilih karena lebih menekankan unsur kegembiraan dan kebersamaan dibandingkan target kompetitif,” kata Didi di Bandung, Senin.
Didi menjelaskan nama Isola Fun Run dipilih karena kampus UPI identik dengan Gedung Isola yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda dan kini menjadi ikon kampus.
Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat memperkenalkan kembali nilai sejarah gedung tersebut sekaligus menghadirkan kegiatan olahraga yang menyenangkan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan fun run dapat menjadi sarana efektif untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara kampus dengan para alumni.
"Tetap target hidup sehat harus kita capai, kita lakukan itu juga untuk mempererat silaturahmi civitas akademika," katanya.
Selain mempromosikan gaya hidup sehat, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara civitas akademika dan alumni UPI yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 130.000 orang.
Lebih lanjut, Didi berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya penggalangan dana abadi kampus yang nantinya dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mendorong partisipasi alumni dan masyarakat untuk mendukung pengembangan kampus, termasuk melalui dana abadi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa,” kata Didi.
Baca juga: 104 pelari ramaikan Bandung Tower Run 2026
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.