Beijing - (Xinhua) (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 394 orang, termasuk 83 anak dan 42 perempuan, sementara 1.130 lainnya luka-luka, ungkap Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nasreddine pada Minggu (8/3).

Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Nasreddine mengatakan korban luka-luka meliputi 254 anak dan 274 perempuan, seraya menambahkan bahwa banyak serangan telah menghantam daerah permukiman dan fasilitas sipil.

Dia mengatakan sejumlah insiden mematikan tercatat dalam 48 jam terakhir di sebelah selatan dan timur Lebanon. Dalam sebuah serangan di Lembah Bekaa, enam orang dari satu keluarga, yang terdiri dari empat anak dan orang tua mereka, tewas, sementara sejumlah serangan lain di berbagai kota dan desa memakan banyak korban.

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2026 ini menunjukkan dampak serangkaian serangan udara Israel yang menghancurkan bangunan-bangunan di Kota Ansar, Lebanon. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di Sidon, Lebanon selatan. Lima orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka pada Jumat (6/3) dalam serangan udara Israel yang menargetkan Kota Sidon di Lebanon selatan, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di Sidon, Lebanon selatan. Lima orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka pada Jumat (6/3) dalam serangan udara Israel yang menargetkan Kota Sidon di Lebanon selatan, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)Orang-orang memeriksa puing-puing setelah pengeboman Israel malam sebelumnya di pinggiran selatan Beirut pada 3 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)

Orang-orang memeriksa puing-puing setelah pengeboman Israel malam sebelumnya di pinggiran selatan Beirut pada 3 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich

Pewarta: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.