Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengemukakan bahwa pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya akses yang layak bagi masyarakat untuk beraktivitas dan bersekolah telah diwujudkan secara cepat oleh jajaran TNI.

Melalui unggahan di media sosial Sekretariat Kabinet RI, Senin, Teddy menyampaikan bahwa sekitar 2,5 bulan lalu Presiden Prabowo menegaskan keinginannya agar tidak ada lagi anak-anak yang harus basah-basahan saat berangkat ke sekolah karena keterbatasan akses penyeberangan.

"Sekitar 2,5 bulan lalu Bapak Presiden berpesan bahwa beliau tidak ingin ada lagi anak-anak yang harus basah-basahan untuk pergi belajar ke sekolah. Tidak boleh ada lagi pedagang, petani, ibu-ibu dan warga yang harus bersusah payah menyeberangkan diri dan hasil panennya," demikian petikan keterangan Seskab Teddy.

Menurut Teddy, arahan tersebut segera ditindaklanjuti secara konkret melalui pembentukan dan kerja cepat Satgas Jembatan yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Bersama para prajurit yang bertugas dan didukung oleh partisipasi masyarakat setempat, pembangunan jembatan dilakukan untuk memastikan keinginan Presiden tersebut dapat segera terwujud.

Ia menilai kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat realisasi pembangunan jembatan, sehingga akses masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan maupun perekonomian warga di wilayah tersebut.

"Pesan tersebut dengan cepat dan konkret dilaksanakan oleh Satgas Jembatan pimpinan Kepala Staf Angkatan Darat beserta seluruh prajurit yang bertugas dibantu warga masyarakat untuk membuat keinginan Presiden terwujud," katanya.

Presiden Prabowo meresmikan 218 jembatan yang dibangun pemerintah dalam waktu 2,5 bulan melalui Satgas Jembatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Senin.

Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas di berbagai daerah yang selama ini menghadapi kendala penyeberangan.

Presiden menyatakan persoalan akses penyeberangan merupakan masalah lama di banyak wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperbanyak jembatan penghubung agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada prajurit TNI dan masyarakat yang bergotong royong membantu proses pembangunan.

Menurut Presiden, pembangunan jembatan dilakukan agar tidak ada lagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai dalam kondisi basah untuk pergi ke sekolah.

Hal yang sama berlaku bagi pedagang, petani, dan warga yang selama ini harus bersusah payah membawa hasil panen atau kebutuhan sehari-hari saat menyeberang.

Dari total 218 jembatan yang diresmikan, terdiri atas 59 jembatan Bailey, 82 jembatan Armco, serta 77 jembatan perintis atau jembatan gantung yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Prabowo lega 218 jembatan rampung, anak-anak tak lagi dalam bahaya

Baca juga: Satgas PRR kebut pembangunan jembatan perintis pulihkan konektivitas

Baca juga: Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah percepat pembangunan jembatan di Linge

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.