Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemberitaan mendapatkan perhatian pembaca pada Senin (9/3) mulai dari respons Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq terkait longsor sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menyebabkan korban jiwa.

Selain itu, terdapat pula kabar mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dirancang untuk memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian, musim kemarau 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung lebih panjang dan erupsi Gunung Marapi.

Berikut sejumlah berita humaniora kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

Menteri LH: Tragedi Bantargebang bentuk kegagalan pengelolaan sampah

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut Bantargebang sebagai fenomena gunung es akibat kegagalan pengelolaan sampah Jakarta yang kini menampung beban kritis hingga 80 juta ton sampah selama 37 tahun.

Baca selengkapnya di sini

BGN: MBG hanya dirancang penuhi sepertiga kebutuhan gizi harian

Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dirancang untuk memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian dan tidak untuk sehari penuh.

Baca selengkapnya di sini

NTB berpotensi mengalami kemarau selama sembilan bulan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung lebih panjang dari kondisi normal dengan durasi waktu berkisar antara delapan sampai sembilan bulan.

Baca selengkapnya di sini

Gunung Marapi erupsi Senin pagi, lontarkan abu setinggi 1,6 kilometer

Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan lontaran abu vulkanik erupsi gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin pagi pukul 08.46 WIB mencapai 1,6 kilometer.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.