Jakarta (ANTARA) - Anthropic menggugat Departemen Pertahanan Amerika Serikat setelah badan pemerintah tersebut menetapkan perusahaan pencipta model kecerdasan buatan (AI) Claude itu sebagai risiko rantai pasokan.

Label risiko rantai pasokan biasanya diberikan kepada entitas yang dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional, dan mewajibkan perusahaan atau lembaga yang bekerja sama dengan Pentagon tidak menggunakan produk maupun layanan dari pihak yang diberi label tersebut.

Dilansir dari Tech Crunch Senin (9/3) waktu setempat, dalam dokumen gugatan yang diajukan di pengadilan federal California dan Washington, D.C., Anthropic menyatakan penetapan tersebut dilakukan setelah perselisihan selama beberapa pekan dengan Departemen Pertahanan terkait akses militer terhadap sistem AI milik perusahaan tersebut.

Baca juga: Anthropic rilis Claude for Healthcare untuk dukung layanan kesehatan

Anthropic menolak dua kemungkinan penggunaan teknologinya oleh militer, yakni untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika Serikat serta pengoperasian senjata otonom sepenuhnya tanpa keterlibatan manusia dalam pengambilan keputusan penentuan target dan penembakan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan Pentagon seharusnya memiliki akses ke sistem AI untuk “tujuan sah apa pun” dan tidak boleh dibatasi oleh kontraktor swasta.

Anthropic menilai keputusan itu sebagai bentuk pembalasan terhadap sikap perusahaan terkait keselamatan dan transparansi pengembangan AI.

Baca juga: Anthropic umumkan proyek pusat data senilai Rp836 kuadriliun di AS

Dalam gugatannya di pengadilan federal San Francisco, Anthropic menyatakan Konstitusi Amerika Serikat tidak mengizinkan pemerintah menggunakan kekuasaan negara untuk menghukum perusahaan atas pandangannya.

“Konstitusi tidak mengizinkan pemerintah menggunakan kekuasaannya yang sangat besar untuk menghukum sebuah perusahaan atas kebebasan berpendapat yang dilindungi,” demikian bunyi gugatan tersebut.

Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya mengkritik Anthropic dan CEO-nya, Dario Amodei, karena dinilai terlalu radikal terkait isu keamanan AI.

Baca juga: IBM dan Anthropic umumkan kemitraan strategis di bidang AI perusahaan

Anthropic juga menyatakan penetapan label risiko rantai pasokan tersebut tidak mengikuti prosedur yang diwajibkan oleh undang-undang federal, yang antara lain mengharuskan pemerintah melakukan penilaian risiko, memberi pemberitahuan kepada perusahaan yang dimaksud, serta memberikan kesempatan bagi perusahaan tersebut untuk memberikan tanggapan sebelum dikeluarkan dari rantai pasokan federal.

Selain itu, perusahaan tersebut menuding Trump bertindak di luar kewenangannya ketika memerintahkan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.

Setelah perintah tersebut, General Services Administration (GSA) menghentikan kontrak “OneGov” milik Anthropic yang sebelumnya memungkinkan layanan perusahaan digunakan oleh lembaga-lembaga pemerintah.

Baca juga: Microsoft diwartakan akan gunakan model AI dari Anthropic

Anthropic meminta pengadilan untuk segera menangguhkan penetapan tersebut selama proses hukum berlangsung serta membatalkannya secara permanen.

Perusahaan juga mengajukan gugatan terpisah di Pengadilan Banding Sirkuit D.C. guna meninjau dan membatalkan keputusan Departemen Pertahanan yang menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan bagi keamanan nasional.

Juru bicara Anthropic mengatakan langkah hukum ini diperlukan untuk melindungi bisnis, pelanggan, dan mitra perusahaan, seraya menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memanfaatkan AI untuk mendukung keamanan nasional dan terbuka untuk berdialog dengan pemerintah.

Baca juga: Anthropic ingin gunakan data percakapan pengguna untuk latih model AI

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.