Jakarta (ANTARA) - Figur publik Vidi Aldiano membuktikan sosoknya yang hangat dan penuh kasih, tidak hanya pada keluarga, tetapi juga teman-temannya. Kepribadian sosok yang dijuluki Duta Persahabatan oleh kawan-kawannya yang memancarkan empati dan kepedulian ini tengah menjadi sorotan publik selepas kepergiannya.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi UI Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengungkapkan, karakter seperti Vidi dapat dibentuk sejak dini, melalui konsep "tangki kasih sayang" dan pola asuh yang memberi rasa aman secara emosional kepada anak.

"Anak yang demikian (dengan tangki kasih sayang penuh) akan cenderung lebih percaya diri, berfikir positif terhadap orang lain, dan lebih mampu menunjukkan empati serta kepedulian," ujar Vera ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Baca juga: Karakter hangat Vidi Aldiano jadi sorotan, psikolog soroti pola asuh

Untuk menjaga tangki kasih sayang anak terisi, Vera menyebut keluarga dapat mengisinya melalui perhatian, waktu bersama, sentuhan dan kata-kata yang penuh penerimaan. Dengan perlakuan seperti itu yang konsisten, anak akan merasa aman secara emosional.

"Karakter anak yang hangat dan peduli biasanya tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional. Anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empati terhadap orang lain," Vera menjelaskan.

Anak yang terbiasa diperlakukan secara empatik, menurut Vera, juga akan menerapkan empati pada orang lain. Tidak hanya mendukung anak secara material, orangtua wajib memperlakukan anak dengan empatik, antara lain mau mendengarkan dan memahami apa yang dirasakan anak.

Baca juga: Diselimuti duka, Sheila Dara tegar jalani prosesi pemakaman Vidi

Namun, tantangan besar bagi orangtua saat ini adalah bagaimana menjaga tangki kasih sayang anak tetap penuh, di tengah rutinitas yang padat.

Vera merekomendasikan agar orangtua menyediakan waktu berkualitas setidaknya 10-15 menit setiap hari yang konsisten atau terjadwal.

"Memberi perhatian penuh dan mendengarkan saat anak berbicara, tanpa distraksi gadget, memberikan sentuhan hangat seperti pelukan atau tepukan di bahu, kemudian menyampaikan apresiasi dan kata-kata positif kepada anak," kata Vera.

Dengan pendekatan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang hangat, peduli, dan penuh empati, seperti halnya Vidi Aldiano yang meninggalkan warisan kehangatan bagi banyak orang.

Baca juga: Vidi Aldiano sering konsultasi tentang ibadah dengan Habib Ja'far

Baca juga: Makna warna biru yang hiasi pemakaman Vidi Aldiano

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.