Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan mengatakan rencana pembangunan 13 embung atau kolam retensi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi bencana banjir di wilayahnya.
"Kami sudah berkoordinasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung untuk dilakukan perbaikan segera dalam waktu dekat, agar saat hujan deras kejadian banjir tidak terulang," ujar Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan di Bandarlampung, Selasa.
Ia melanjutkan pada tahun ini pun Pemerintah Kota Bandarlampung serta daerah sekitarnya yakni Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan akan berkoordinasi membantu Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung untuk menyelesaikan pembentukan masterplan banjir, serta rencana penanganan banjir jangka panjang ataupun jangka pendek.
"Dalam upaya pengendalian serta memberi solusi penanganan banjir, direncanakan akan ada pembangunan 13 titik embung ataupun kolam retensi di beberapa wilayah. Idealnya 13 embung ini harus dibuat," katanya.
Baca juga: 1.202 warga terdampak banjir di Bandarlampung dapat bantuan
Dia mengatakan dalam merealisasikan pembangunan embung atau kolam retensi, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan pembangunan embung tepatnya di daerah Kemiling Kota Bandarlampung.
"Embung yang baru dibangun di Kemilimg itu menjadi bagian dari pembangunan 13 embung, dan kalau dilihat airnya cukup besar karena itu sebenarnya aliran dari berbagai daerah yang ditahan di embung, lalu air dilepas pelan-pelan ke bawah oleh karena itu di daerah bawah tidak banjir karena aliran air sudah tertampung di embung," ucap dia.
Menurut dia, rekomendasi pembangunan embung lainnya akan dilaksanakan di daerah hulu tepatnya di daerah Kemiling dan sekitarnya. Kemudian pembangunan kolam retensi akan dilakukan di daerah Batu Putu Kota Bandarlampung, kolam retensi itu berfungsi untuk menahan laju aliran air yang di daerah hulu menuju hilir.
Baca juga: DKI rancang waduk yang tak hanya untuk menampung air
Kemudian untuk pembangunan embung atau kolam retensi yang ada di daerah tengah akan dilakukan di daerah Tanjung Senang, Sukarame, dan di daerah Panjang Kota Bandarlampung dan sekitarnya yang terdampak banjir.
"Kalau ada lokasi yang dimanfaatkan untuk pembangunan ini tentu menjadi salah satu solusi mengatasi banjir. Sehingga ini akan melengkapi embung Kemiling yang sudah bangun. Paling tidak fungsinya bisa menahan serta mengurangi derasnya air dari hulu sampai hilir," tambahnya.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.