Hong Kong (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berkolaborasi bersama Lenovo sebagai mitra teknologi tunggal guna mendukung penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu menyampaikan bahwa Lenovo akan menggunakan teknologi terkini untuk membantu mengelola kompleksitas operasional turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Lenovo adalah mitra teknologi pertama FIFA di tingkat global. Jadi, kami harus membangun kepercayaan menggunakan keunggulan teknologi kecerdasan buatan (AI)," ujar Art Hu dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa kompleksitas penyelenggaraan Piala Dunia 2026 jauh melampaui turnamen-turnamen sebelumnya.
Dengan 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di tiga negara, berbagai aspek operasional seperti pengawasan kompetisi, wasit, pelatih, keamanan daring, siaran resmi, hingga keamanan fisik di stadion harus terintegrasi dengan baik.
Baca juga: Lenovo sebut Hybrid AI jadi standar baru operasional bisnis
"Hal-hal ini sebenarnya merupakan data yang terisolasi. Kami membantu FIFA mengumpulkan semua data tersebut sehingga tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencarinya dan kami dapat mengurangi hambatan komunikasi antarberbagai departemen mereka," tambah Art Hu.
Pada kesempatan yang sama, Chief Business Officer FIFA, Romy Gai menyambut positif kemitraan dengan Lenovo.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kontrak biasa, melainkan komitmen jangka panjang.
Sebelumnya, FIFA harus bekerja sama dengan berbagai mitra berbeda untuk memenuhi kebutuhan teknologinya.
"Di masa lalu kami terpaksa menggunakan pemasok yang berbeda untuk berbagai kebutuhan kami. Akhirnya, memiliki satu perusahaan yang dapat menjawab semua pertanyaan dan kebutuhan kami dengan hasil yang memuaskan," ujar Romy Gai.
Baca juga: Lenovo dikabarkan eksplorasi pengembangan ponsel berlayar 7,5 inci
Ia menambahkan bahwa kehadiran Lenovo sebagai mitra teknologi memberikan rasa aman bagi FIFA.
Dengan dukungan penuh dari satu mitra, FIFA dapat lebih fokus menyelenggarakan acara terbesar tanpa harus khawatir dengan masalah teknis di balik layar.
Menurut Romy, Piala Dunia 2026 akan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya 48 tim bermain di tiga negara tuan rumah.
Ia menyebutkan bahwa dua kota penyelenggara yang paling jauh berjarak 4.000 kilometer satu sama lain, menciptakan tantangan logistik dan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan kurang dari 100 hari menuju kick-off Piala Dunia 2026, kedua belah pihak terus mematangkan persiapan teknis untuk memastikan turnamen berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi miliaran penggemar di seluruh dunia.
"Tingkat kompleksitas di setiap level, logistik, keamanan, serta dukungan untuk para penggemar, pemain, dan tim sangat penting untuk dikelola dengan baik," pungkasnya.
Baca juga: Lenovo perkenalkan konsep kacamata pintar berbasis AI di CES 2026
Baca juga: Lenovo rilis kacamata AI Glasses V1, hadirkan mode "teleprompter"
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.