Nepal (ANTARA) - Raper berusia 35 tahun Balendra Shah bakal menjadi perdana menteri baru Nepal setelah hasil resmi, Selasa, menunjukkan partai politiknya menang telak di pemilihan umum yang berlangsung pekan lalu.
Partai Rastriya Swatantra (RSP), yang didirikan 3,5 tahun lalu, memenangi 125 dari 165 kursi daerah pemilihan (dapil) untuk DPR Nepal, dengan hasil perolehan suara di 164 dapil dan mengamankan 48 persen dari 10 juta suara proporsional yang telah dihitung hingga saat ini, demikian menurut komisi pemilihan umum (KPU) setempat.
Pemilu pada Kamis (5/3) lalu menjadi yang pertama sejak gelombang protes dari kaum muda di Nepal bergejolak sejak September 2025.
Dalam tuntutannya, protes itu mendesak pencabutan larangan penggunaan media sosial dan pemberantasan korupsi hingga menggulingkan Khadga Prasad Sharma Oli, yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri.
Khadga Prasad Sharma Oli memimpin koalisi antara Partai Komunis Nepal atau Marxist-Leninist Bersatu dengan Kongres Nepal.
RSP merupakan partai terbesar keempat sebelum majelis tertutup yang beranggotakan 275 orang dibubarkan sebagai dampak dari protes September itu.
Dalam protes itu, dilaporkan 77 orang meninggal dunia dan terjadi kerusakan berarti pada properti milik Pemerintah Nepal dan pihak swasta.
Balendra Shah, yang juga mantan wali kota Kathmandu, bergabung ke RSP pada Januari lalu dan dianggap dapat memainkan peran kunci dalam kebangkitan partai tersebut karena mendapatkan dukungan kuat dari kalangan anak-anak muda Nepal.
Jika RSP terus mendapat kursi di tengah tren yang berlangsung saat ini di Nepal, maka RSP diprediksi menjadi partai tunggal pertama yang meraih mayoritas suara di Nepal sejak tahun 1999.
Pemerintah baru Nepal akan menghadapi tantangan untuk menciptakan lapangan kerja di negara yang tingkat penganggurannya tinggi itu. Shah juga akan bekerja untuk memberantas korupsi di negara tersebut.
Mereka juga perlu mengatur evakuasi pekerja migran Nepal di Timur Tengah, yang menurut pihak berwenang setempat berjumlah sekitar 3 juta orang, di tengah konflik perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Pemerintahan Shah juga harus menciptakan hubungan yang baik dengan India dan China.
Sumber: Kyodo
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.