Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaporkan telah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan di Tol JORR KM 30.800 B arah Kampung Rambutan/Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Tujuh kendaraan terlibat yaitu Truk wing box, Honda BRV, Truk Colt diesel, Truk Colt diesel Box, Toyota Innova, Grand max, dan Truk Fuso. Peristiwa ini terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 15.44 WIB," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Selasa.

Ojo menjelaskan peristiwa itu terjadi saat ketujuh kendaraan datang dari timur mengarah ke barat dengan situasi lalu lintas lancar dengan cuaca mendung.

"Setibanya di KM 30+800 B lajur dua, Truk Fuso mengalami rem blong, sehingga menabrak Grand Max hingga kehilangan kendali dan menabrak kendaraan lainnya yang terlibat," katanya.

Baca juga: Satu orang alami luka akibat tabrakan beruntun di Tol Jagorawi

Selanjutnya, petugas melakukan pengamanan dan penanganan kendaraan diarahkan ke tempat yang lebih aman yaitu selepas Gerbang Tol Gedong 2.

Ojo menambahkan penyebab kecelakaan adalah pengemudi truck tidak bisa menjaga jarak aman karena diakibatkan rem blong.

"Untuk kerugian terdapat dua luka ringan dan telah dibawa ke RS Pasar Rebo, sedangkan kendaraan BRV dan Grand max ringsek," katanya.

Sebelumnya beredar sebuah video media sosial di Instagram yang diunggah akun @jakarta.terkini yang memperlihatkan sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan di jalan tol.

"Pukul 15.45 WIB Terjadi tabrakan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan di Tol JORR arah Pondok Pinang sekitar KM 30, Selasa(10/3). Belum diketahui pasti kronologi serta adanya korban dalam kejadian tersebut, sementara arus lalu lintas terpantau padat," tulis akun tersebut.

Baca juga: Kecelakaan beruntun di Jaktim libatkan delapan kendaraan

Baca juga: Kecelakaan beruntun di depan PGC Jaktim, dua orang luka ringan

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.