Bandung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menghadirkan sebanyak 159 Posko Angkutan Lebaran 2026 yang didirikan mulai dari jalur utama sampai ke terminal dan titik strategis, guna memastikan kelancaran periode mudik 2026 ini.

"Posko ini, sebagai kebutuhan untuk monitoring pergerakan penumpang serta arus lalu lintas, sekaligus memberikan layanan informasi dan menerima pengaduan masyarakat," kata Kepala Dishub Jawa Barat Dhani Gumelar di Bandung, Selasa.

Disebutkannya, 159 posko itu rencananya terdiri di 4 rest area bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang tersebar di Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Angkutan Jalan (UPTD P3 LLAJ) Wilayah IV Cirebon; Jembatan Timbang Balonggandu Karawang; Jembatan Timbang Losarang Indramayu; dan Jembatan Timbang Gentong Tasikmalaya.

Kemudian 5 posko ruas jalan terpadu provinsi yang didirikan di titik strategis seperti di Gadog Bogor; Cileunyi Bandung; Cihuni Garut; dan di wilayah Cirebon.

Baca juga: KAI Cirebon siagakan ratusan personel dukung angkutan Lebaran 2026

Lalu 115 posko kewilayahan kota/kabupaten yang didirikan oleh tiap-tiap wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dengan rincian UPTD I sebanyak 41 posko, UPTD II 25 posko, UPTD III 24 posko, UPTD IV 25 posko.

Serta 35 posko simpul provinsi yang disebar di terminal tipe A (13 terminal); terminal tipe B (13 terminal); dan 3 bandara yakni Nusawiru, Husein Sastranegara, dan Kertajati.

"Dan juga di enam pelabuhan ASDP yakni Saguling, Cirata, Jatiluhur, Majingklak, Kalipucang, dan Muara Gembong," ucap Dhani.

Posko ini, lanjut dia, akan beroperasi aktif seluruhnya paling lambat mulai tanggal 14 Maret 2026, dengan personel perhubungan yang dilibatkan sebanyak 4.328 personel, gabungan dari dishub provinsi dan kabupaten/kota, serta seluruh empat wilayah UPTD.

Baca juga: Jasa Marga: Diskon tarif tol 30 persen bagian penting manajemen waktu

"Kamu akan berkolaborasi dengan instansi lainnya termasuk kementerian untuk memantau dan mengamankan lokasi-lokasi berpotensi kerawanan kemacetan, rawan kecelakaan, dan yang memiliki kerawanan terhadap kebencanaan," ucap Dhani.

Pada periode mudik 2026 ini, kata Dhani, pemantauan arus lalu lintas juga menggunakan CCTV analitis yang ditempatkan di 26 titik seluruh Jabar, lalu ada rencana penambahan 100 CCTV yang akan difungsikan sebagai sistem manajemen lalu lintas tingkat lanjut (Advanced Traffic Management System/ATMS).

"Semuanya akan dipantau terpusat di Jabar Digital Center dan Kantor Dishub Jabar. Termasuk juga 'sensor traffic counting' di 10 lokasi," tutur Dhani.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.