Sydney (ANTARA) - Para peneliti di Australia telah membangun sebuah chip kecerdasan buatan (AI) ultra-kompak yang mampu melakukan perhitungan menggunakan kekuatan cahaya dengan kecepatan cahaya, yang berpotensi mengurangi jejak energi komputasi AI secara drastis.

Prototipe tersebut, yang dikembangkan di Sydney Nano Hub di Universitas Sydney, memanfaatkan foton alih-alih elektron yang digunakan dalam cip komputer tradisional yang mengandalkan listrik, kata pernyataan universitas itu pada Selasa (10/3).

Studi yang diterbitkan di Nature Communications tersebut mengatakan prototipe ini dapat membantu mengembangkan perangkat keras AI yang lebih hemat energi seiring dengan terus meningkatnya permintaan AI global.

Cip nanofotonik ini menggunakan cahaya, yang merambat tanpa resistansi listrik, dan prototipe tersebut melakukan perhitungan dalam skala waktu pikodetik, atau sepertriliun detik, waktu yang dibutuhkan cahaya untuk melewati nanostruktur tersebut, demikian menurut studi tersebut.

Para peneliti menyebut nanostruktur itu secara kolektif membantu membentuk jaringan saraf, atau neuron buatan yang meniru otak manusia untuk mengenali dan menyelesaikan perhitungan.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.