Menteri BUMN dukung peralihan Pelabuhan Yos Sudarso

Menteri BUMN dukung peralihan Pelabuhan Yos Sudarso

Menteri BUMN Tinjau Kapal Pelni Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) meninjau kapal milik PT Pelni, KM Pangrango yang merapat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Selasa (23/2). KM Pangrango selama ini melayari rute dari Ambon ke sejumlah pulau terpencil di Maluku. ANTARAFOTO/izaac mulyawan/ama/16 ()

Saya mendukung rencana alih fungsi pelabuhan Yos Sudarso yang selama ini berfungsi sebagai pelabuhan utama di Ambon dan Maluku, khususnya untuk arus bongkar muat barang maupun penumpang,"
Ambon (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno mendukung rencana pengalih fungsian Pelabuhan Yos Sudarso di Kota Ambon, provinsi Maluku menjadi pelabuhan khusus pariwisata.

"Saya mendukung rencana alih fungsi pelabuhan Yos Sudarso yang selama ini berfungsi sebagai pelabuhan utama di Ambon dan Maluku, khususnya untuk arus bongkar muat barang maupun penumpang," kata Menteri Rini di Ambon, Selasa.

Menteri Rini yang berada di Ambon untuk meresmikan kantor cabang Permodalan Nasioal Madani (PNM) persero, lembaga non-bank dibawah Kementerian BUMN tersebut, mengakui selama ini pelabuhan Yos Sudarso dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV untuk kegiatan bongkar muat barang dan jasa yang semakin tinggi.

Selain itu juga menjadi pelabuhan utama kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang kapal Pelni maupun perintis yang melayari sebagain besar wilayah di Maluku.

Karena itu, menteri Rini menilai keberadaan pelabuhan utama tersebut sudah tidak layak untuk menangani arus bongkar-muat barang maupun penumpang, karena arealnya semakin sempit dan tidak bisa dikembangkan lagi.

Menurut Menteri, pihaknya berencana melakukan pembenahan dan perluasan pelabuhan Yos Sudarso Ambon sehingga lebih efisien, di samping menambah fasilitas crane yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bongkar-muat barang yang terus mengalami peningkatan.

"Tetapi kami merasa pelabuhan Yos Sudarso sudah tidak efektif dan efisien lagi segara pelabuhan utama di Ambon dan Maluku, karena arealnya sempit dan tidak bisa dikembangkan lagi," katanya.

Dia menegaskan, telah menugaskan pimpinan Pelindo IV untuk mencari lokasi lain di luar Kota Ambon untuk membangun pelabuhan baru dan dikhususkan untuk aktivitas bongkar muat barang maupun penumpang.

"Pimpinan Pelindo IV sedang mencari lokasi lain untuk pembangunan pelabuhan baru, sedangkan pelabuhan Yos Sudarso akan dijadikan pelabuhan pariwisata dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya," katanya.

Dia menambahkan, alih fungsi pelabuhan Yos Sudarso tersebut untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Maluku dan Ambon pada khususnya, dan kapal-kapal pesiar yang berkunjung ke ibu kota provinsi Maluku tersebut dapat bersandar dengan aman dan tidak terganggu aktivitas bongkar muat maupun naik-turun penumpang.

Pelabuhan baru yang akan dibangun, ujar Rini, akan dilengkapi dengan sarana serta fasilitas pendukung yang lebih layak dan memadai baik untuk kegiatan bongkar muat barang dan jasa maupun penumpang.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada lahan yang luas untuk segera dibangun pelabuhan pengganti Yos Sudarso, sehingga arus bongkar muat barang dari luar Maluku maupun sebaliknya semakin meningkat," tandas Menteri Rini.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar