Wamena (ANTARA) - Tanah Papua menyimpan segudang keindahan alam, budaya, dan adat istiadat yang masih terpelihara, hingga zaman modern, saat ini. Tanah Papua luasnya dua kali dari luas Pulau Jawa tersebar dari Sorong, hingga Merauke.

Bahkan, kekayaan itu bukan hanya fisik, hal yang nonfisik pun sangat kaya di atas pulau yang terkenal sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Bahasa daerah terbanyak di Indonesia berada di enam provinsi Tanah Papua, yakni 428 bahasa.

Hampir setiap kampung atau desa di setiap kabupaten/kota di enam provinsi itu memiliki keunikan dan perbedaan tata bahasa yang sangat mencolok.

Saking kayanya pulau ini, konflik berkepanjangan antarkampung maupun kabupaten tak terhindarkan, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa hanya gara-gara masalah sepele.

Masalah itu, misalnya, pembagian dana kampung yang tidak merata bisa berujung kepada perang dan tak jarang pemerintah daerah maupun aparat TNI atau Polri harus bekerja keras untuk mengatasinya.

Selain itu, masalah asmara yang dianggap biasa-biasa saja bisa menyebabkan perang, ketika kedua belah pihak tidak dapat menyepakati persoalan itu dengan baik.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan masyarakat adat Papua, khususnya Papua Pegunungan, sangat berbeda dengan daerah lain, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Lembaga adat

Berbagai kejadian perang suku yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan harus diselesaikan di para-para adat, istilah yang umum digunakan bagi masyarakat adat Papua wilayah pesisir. Sementara untuk wilayah Pegunungan Tengah atau Papua Pegunungan lebih akrab menggunakan istilah menyelesaikan masalah di honai (rumah adat).

Di sinilah peran penting lembaga masyarakat adat (LMA) yang di dalamnya beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat adat dan agama dari wilayah Papua Pegunungan. LMA pun telah terbentuk di delapan kabupaten di Papua Pegunungan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah adat.

Staf Khusus Menteri Pertahanan (Menhan) Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya menegaskan peran LMA sangat penting dalam menjembatani antara pemerintah dan masyarakat.

"Konflik yang terjadi dan tidak dapat diselesaikan pemerintah, LMA pasti dapat selesaikan,” ujarnya.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.