Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya menggaet wisatawan dari Amerika Serikat dan Amerika Utara lewat pameran “Los Angeles Travel & Adventure Show 2026” yang digelar sejak 7 sampai 8 Maret 2026.
"Kami ingin memperkenalkan lebih dekat ragam destinasi unggulan Indonesia sekaligus membangun koneksi bisnis yang berkelanjutan dengan mitra industri di kawasan ini," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Widiyanti menjelaskan partisipasi ini merupakan langkah konkret dalam memperluas penetrasi pasar dan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pilihan wisatawan Amerika yang merupakan salah satu penyumbang angka wisatawan terbesar bagi pariwisata Indonesia.
Baca juga: KBRI Beograd dorong peningkatan wisatawan Serbia ke Indonesia
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di Amerika Serikat menjadi bagian dari strategi promosi terpadu untuk meningkatkan kepedulian, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong peningkatan penjualan paket wisata Indonesia, khususnya di kawasan Amerika Utara.
Di sana Paviliun Indonesia menampilkan berbagai destinasi unggulan dan produk wisata berkelas dunia yang menonjolkan kekayaan alam, budaya, serta pengalaman autentik dengan melibatkan delapan pelaku industri pariwisata yang terdiri atas Destination Management Company (DMC)/tour operator, juga pelaku usaha akomodasi.
Paviliun Indonesia menghadirkan aktivasi “Taste of Indonesia”, sebuah area khusus yang menyajikan beragam kudapan khas Nusantara sebagai bagian dari promosi wisata gastronomi Indonesia. Langkah ini merupakan kolaborasi strategis dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles.
Baca juga: Kemenpar berupaya tarik wisatawan Singapura ke Bali utara dan barat
Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan kegiatan business matching di San Francisco dan Vancouver sebagai post-event partisipasi Los Angeles Travel & Adventure Show 2026.
Business matching di San Francisco dilaksanakan pada 10 Maret 2026 di Wisma Residen KJRI San Francisco, bekerja sama dengan Singapore Airlines (West Coast) dan Aero Globe Indonesia.
Selanjutnya, kegiatan serupa akan digelar di KJRI Vancouver pada 12 Maret 2026, berkolaborasi dengan EVA Air (Vancouver).
Baca juga: Wisatawan Singapura main ke kebun kokoa di Jembrana
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat penetrasi pasar internasional melalui promosi terarah dan kolaboratif.
Menurut dia, Amerika Utara merupakan pasar yang strategis dan menyimpan potensi besar bagi pariwisata Indonesia.
"Melalui kegiatan business matching di San Francisco dan Vancouver, kami bersama pelaku industri pariwisata Indonesia sekaligus menyapa langsung para mitra potensial di pasar setempat, sehingga tercipta peluang kerja sama yang nyata dan sesuai dengan minat serta kebutuhan para wisatawan potensial,” kata Made.
Baca juga: Kemenpar promosikan Raja Ampat sebagai destinasi selam ke Australia
Melalui rangkaian misi promosi di kawasan Amerika Utara ini, diharapkan dapat tercapai target potensi transaksi sebesar 1.640 pax wisatawan atau setara Rp 58,1 miliar potensi devisa negara.
Target tersebut dinilai mencerminkan optimisme terhadap peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Kemenpar promosikan wisata tematik edukasi ke pasar Eropa-Afrika
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.