Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Polisi Karyoto mengatakan sebanyak 89.228 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Operasi Ketupat dengan sandi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret dan berakhir pada 25 Maret 2026. Total personel Polri yang dilibatkan adalah 89.228 personel,” kata Karyoto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik maupun arus balik selama periode Lebaran.
Operasi ini dilaksanakan untuk menjamin keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri, menurunkan angka kriminalitas, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
"Operasi ini juga bertujuan memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, tertib baik dalam perjalanan maupun saat berada di tempat tujuan dengan berbagai macam aktivitasnya," imbuh Karyoto.
Selain personel Polri, operasi tersebut juga dibantu oleh TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan instansi terkait lainnya. Personel dikerahkan untuk mengamankan jalur-jalur utama, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan pusat keramaian lainnya.
"Pos-pos pengamanan dan pelayanan didirikan di berbagai titik strategis untuk memberikan bantuan kepada para pemudik. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, dan pembatasan kendaraan berat juga diterapkan untuk mengurangi kemacetan," ucapnya.
Baca juga: Polri imbau pemudik manfaatkan hotline 110 jika butuh bantuan keamanan
Aparat kepolisian, imbuh dia, juga melakukan patroli rutin guna mencegah tindak kriminal, seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan yang kerap meningkat pada saat musim mudik Lebaran.
Selain soal kelancaran lalu lintas, Operasi Ketupat juga berfokus pada keselamatan pemudik dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi, memastikan penerapan protokol keselamatan, serta mengedukasi masyarakat tentang keamanan berkendara.
"Dengan adanya Operasi Ketupat, diharapkan perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat Polri merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga," ujarnya.
Karyoto lebih lanjut menuturkan bahwa Baharkam Polri memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan operasi tersebut, khususnya dalam aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban selama arus mudik dan arus balik.
Baharkam Polri bertugas mengoordinasikan berbagai satuan tugas di tingkat pusat guna memastikan operasi berjalan efektif dan efisien.
"Peran Baharkam Polri dalam satuan tugas operasi pusat bertanggung jawab terhadap berbagai satgas pada bidang preemtif, preventif, dan banops (bantuan operasi) yang berperan langsung dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif," jelas Karyoto.
Ia menambahkan sebanyak 548 personel Baharkam Polri dilibatkan pada satuan tugas operasi pusat dalam rangka Operasi Ketupat 2026.
"Dari keseluruhan personel yang terlibat akan diploting penugasan pada lokasi dan tempat strategis di berbagai titik kunci untuk mengoptimalkan pengamanan selama arus mudik dan balik lebaran, di antaranya ditempatkan lokasi ibadah, tempat wisata, terminal, stasiun, rest area, bandara, dan pelabuhan," ucapnya.
Baca juga: Polri siagakan 2.746 posko selama Operasi Ketupat 2026
Baca juga: Polri siapkan rekayasa lalu lintas saat arus mudik Lebaran 2026
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.