Jembatan sepanjang 55 meter dengan lebar 1,6 meter tersebut dibangun untuk mempermudah akses masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai saat keluar masuk kampung

Medan (ANTARA) - Kodim 0212/Tapanuli Selatan menyelesaikan jembatan gantung di Desa Sale Baru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), guna mempermudah akses masyarakat setempat.

"Jembatan sepanjang 55 meter dengan lebar 1,6 meter tersebut dibangun untuk mempermudah akses masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai saat keluar masuk kampung," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Rabu.

Asrul mengatakan jembatan tersebut menghubungkan Desa Sale Baru menuju Dusun Bronjong dan Dusun Bulung Gadung di Kecamatan Muara Batang Gadis hingga ke Desa Simpang Bambu, Kecamatan Natal.

Baca juga: BPBD: Akses transportasi penghubung Mandailing Natal-Tapanuli terputus

Lebih lanjut ia mengatakan pembangunan jembatan itu dilakukan oleh Kodim 0212/TS melalui personel Koramil 0212-17/Natal bersama pekerja, Satuan Denzibang, prajurit Yonif TP 901/SG, serta masyarakat setempat.

"Pekerjaan pembangunan jembatan dengan tahapan persiapan survei dan desain, pembangunan struktur bawah atau fondasi, pembangunan struktur atas menara," ucapnya.

Kemudian pemasangan kabel utama dan kabel penggantung, pemasangan lantai jembatan hingga tahap penyelesaian berupa finishing serta pengecatan.

"Saat ini pembangunan telah rampung dengan progres 100 persen dan jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Warga Desa Muara Batang Angkola Mandailing Natal enggan direlokasi

Selama ini, kata dia, masyarakat harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas keseharian dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, sehingga cukup berisiko, terutama saat debit air sungai meningkat.

"Bahkan ketika banjir terjadi, akses keluar masuk kampung kerap lumpuh total karena masyarakat tidak dapat menyeberangi sungai," ucapnya.

"Dengan rampung jembatan tersebut, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih mudah dan aman sehingga aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat di wilayah tersebut dapat berjalan lebih lancar," tambah Asrul.

Baca juga: Pemerintah inventarisasi UMKM terdampak bencana banjir di Sumatera

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.