Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca saat Hari Raya Idul Fitri 2026 didominasi oleh kondisi berawan dan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kalau hujan lebat, tadi sudah saya sebutkan di beberapa provinsi yang dapat kita perhatikan, tapi pada saat Lebaran diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Baca juga: PHRI minta pemerintah antisipasi cuaca ekstrem saat libur Lebaran

Lebih lanjut, dia menyampaikan terdapat dinamika atmosfer yang mempengaruhi kondisi cuaca menjelang Hari Raya Idul Fitri dan periode libur Lebaran, yakni monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air, Madden Julian Oscillation (MJO) atau fenomena pergerakan aktivitas awan dan hujan di wilayah tropis ke timur, gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Dengan demikian, di pekan kedua Maret ini ada potensi kenaikan curah hujan, tapi selanjutnya akan menurun,” ujar Faisal.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi curah hujan sangat tinggi di sejumlah wilayah selama Maret, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” kata dia.

Sejalan dengan beragam kondisi cuaca itu, Faisal mengatakan pihaknya akan terus memperbarui informasi cuaca guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur dan perayaan Idul Fitri.

Baca juga: Pengamat: Cuaca ekstrem di periode mudik Lebaran perlu diantisipasi

Baca juga: BMKG: OMC kurangi keekstreman hujan selama arus mudik Lebaran 2025

"BMKG terus memperbarui informasi cuaca transportasi darat, laut, dan udara melalui System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat," ucapnya.

Faisal mengatakan BMKG juga akan menyebarkan informasi keadaan cuaca kepada masyarakat melalui kanal-kanal media sosial resmi, seperti laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id dan media sosial Instagram @infobmkg.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.