Kalau mudik ini kan artinya interaksi anggota keluarga menjadi semakin kuat karena orang tuanya enggak terbebani dengan pekerjaan, anak-anaknya enggak terbebani dengan waktu sekolah...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengimbau keluarga untuk mengoptimalkan kualitas interaksi satu sama lain di momen mudik Lebaran 2026.

"Kalau mudik ini kan artinya interaksi anggota keluarga menjadi semakin kuat, karena orang tuanya enggak terbebani dengan pekerjaan, anak-anaknya enggak terbebani dengan waktu sekolah, sehingga benar-benar bisa mengoptimalkan kualitas keluarga itu pada saat momen mudik ini," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam sosialisasi nasional "Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga" di Jakarta, Rabu.

Kemenko PMK juga tengah mengupayakan untuk menyuarakan dan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk mengampanyekan pembangunan kualitas keluarga selama masa mudik Lebaran.

Baca juga: Wamen Stella: Interaksi dalam keluarga penting untuk bangun kecerdasan

"Misalnya kampanye-kampanye di perusahaan bahwa ayo, selama mudik kita sama-sama membangun kualitas keluarga dengan meningkatkan kelekatan interaksi antara anggota keluarga di dalam momen-momen berkumpul itu, ini harus kita gaungkan," ujarnya.

Kemenko PMK juga terus menyosialisasikan Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (Satu Jam KU) untuk mengembalikan peran sentral keluarga dalam pengasuhan dan mengurangi dominasi gawai dalam kehidupan anak.

Baca juga: Pakar: Hari Keluarga Internasional waktu perkuat "bounding" ayah-anak

Berdasarkan data profil anak usia dini, sebanyak 42,25 persen anak usia dini telah mengakses telepon genggam dan internet, dimana Generasi Z dan Alpha menjadi pengguna internet terbesar.

"Oleh karena itu melalui Gerakan Satu Jam Bersama Keluarga, kita berupaya mengintegrasikan upaya perlindungan anak melalui pendekatan keluarga dan komunitas. Salah satu kejadian yang cukup memukul hati kita yakni meninggalnya seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi salah satu pengingat bahwa komunitas turut berperan penting. Apabila komunitas abai, maka masa depan anak-anak juga terancam," ucap Woro.

Gerakan Satu Jam KU juga menjadi strategi preventif sosial dalam menghadapi disrupsi digital dan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia.

Baca juga: Akademisi: Hari Keluarga Internasional momentum perkuat interaksi

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.