Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi turbulensi dan gangguan cuaca yang dapat mempengaruhi aktivitas penerbangan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur pada periode Maret 2026.
Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, potensi turbulensi dan gangguan cuaca itu dipengaruhi oleh pertumbuhan awan cumulonimbus.
Baca juga: Bahaya awan cumulonimbus, ancaman serius bagi penerbangan
“Ini adalah pertumbuhan awan cb (cumulonimbus). Untuk periode Maret, diprediksi di wilayah timur Indonesia dan bagian tengah ini juga memiliki potensi adanya awan cb yang dapat menyebabkan terjadinya turbulensi dan lightning (petir) selama penerbangan atau juga hujan lebat dan badai guntur," kata Faisal saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan awan cumulonimbus merupakan jenis awan konvektif yang dapat memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, hingga angin kencang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi turbulensi di jalur penerbangan serta memicu gangguan operasional di sejumlah bandara.
Selain berkenaan dengan turbulensi, BMKG juga mencatat adanya sejumlah dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia selama Maret, antara lain monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Fenomena tersebut dapat memicu peningkatan aktivitas awan konvektif di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur dan tengah.
Baca juga: Jangan panik! Ini 5 cara hadapi turbulensi saat penerbangan di pesawat
Baca juga: Jenis-jenis turbulensi pesawat dan cara menghadapinya saat terbang
BMKG juga melaporkan bahwa bibit siklon tropis 95W telah berkembang menjadi Siklon Tropis Nuri yang diperkirakan bergerak ke arah utara atau timur, sehingga menjauhi wilayah Indonesia, meskipun masih dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di beberapa wilayah.
Untuk mendukung keselamatan transportasi, Faisal mengatakan BMKG terus memperbarui informasi cuaca bagi sektor penerbangan melalui layanan System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) yang menyediakan pemantauan cuaca penerbangan secara real time bagi pemangku kepentingan di sektor transportasi udara.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.