Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan uji jalan bahan bakar biodiesel B50 telah menempuh sekitar 40 ribu kilometer (km) dari target 50 ribu km dan berpotensi selesai pada Maret 2026.
Waktu tersebut lebih cepat dibandingkan target perkiraan sebelumnya yang diperkirakan rampung pada pertengahan 2026.
“Yang kemarin itu uji jalan sudah 40 ribu-an km. Mudah-mudahan dalam Maret ini kita harapkan sudah bisa diselesaikan,” kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan uji jalan tersebut telah dilakukan pada sejumlah kendaraan seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, serta kendaraan angkutan bus.
Baca juga: Pemerintah mengalokasikan Biodiesel 2026 sebesar 15,65 juta kiloliter
Menurut dia, hasil evaluasi sementara menunjukkan penggunaan biodiesel B50 tidak menimbulkan dampak terhadap kendaraan yang diuji dan dari sisi efisiensi juga cukup baik.
“Untuk kendaraan yang sudah berjalan itu kita evaluasi, tidak ada dampak terhadap kendaraan yang bersangkutan. Dari sisi efisiensi juga cukup bagus,” ujarnya.
Yuliot mengatakan pemerintah juga akan melanjutkan uji coba penggunaan biodiesel B50 pada moda transportasi lain, termasuk kereta api, yang direncanakan dilakukan setelah Lebaran.
Percepatan uji jalan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan implementasi biodiesel B50 pada sektor transportasi yang ditargetkan berjalan pada semester dua 2026.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.