Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memastikan pelaksanaan program Magang Nasional terus dilakukan pengawasan (monitoring) dan evaluasi terutama bagi perusahaan yang mengampu peserta magang.

“Kita lakukan evaluasi terus. Kita punya channel di mana mereka bisa menyampaikan ada isu apa, termasuk dari (dan ke) perusahaan juga. Karena di era social media sekarang semuanya sangat mudah dan transparan,” kata Menaker dalam pengambilan siniar bersama ANTARA di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Yassierli mengatakan pihaknya juga tidak segan untuk memberikan peringatan kepada perusahaan yang menyalahi aturan bagi peserta magang, termasuk dari jam kerja.

“Kita memberikan peringatan kepada beberapa perusahaan. Ada yang jam kerjanya lebih, ‘ini magang, lho,’ kita ingatkan. Kita kasih peringatan. Evaluasi memang, karena ini masih berjalan, jadi sifatnya masih kuantitatif,” ujar dia.

Baca juga: Menaker bidik Magang Nasional 2026 menjangkau semua provinsi

Pengawasan langsung pun sudah beberapa kali dilakukan oleh jajaran Kemnaker RI di berbagai perusahaan dan kementerian/lembaga yang tersebar di Indonesia.

Menaker mengatakan, sejauh ini banyak perusahaan dan peserta merasa terbantu dengan adanya Magang Nasional.

Dari sisi perusahaan, misalnya, memilih untuk merekrut para peserta magang ketika program ini selesai karena dinilai kompeten dan cocok dengan kebutuhan.

“Saya tanya, kenapa mereka (perusahaan) rekrut (peserta magang)? Mereka menjawab daripada ketika selesai malah diambil perusahaan lain, (lebih baik) kami (perusahaan) ambil lagi,” kata Yassierli.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.