Kondisi itu sekaligus menegaskan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga, bahkan di tengah dinamika geopolitik global yang saat ini berkembang.
"Seperti yang beberapa kali Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) sampaikan, kita sudah mencukupi, kita surplus beras. Kemudian beberapa komoditas yang lain juga surplus, seperti telur ayam dan daging ayam," jelas Rachmi.
Bapanas menegaskan pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui penguatan produksi dalam negeri serta pengelolaan pasokan yang terencana.
Jika terdapat komoditas tertentu yang masih memerlukan tambahan pasokan dari luar negeri, kebijakan tersebut telah diperhitungkan sejak awal guna menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri.
Baca juga: Bapanas pastikan beras ekspor ke Arab Saudi kantongi dokumen "HC"
"Jadi jangan khawatir untuk ketersediaan pangan saat ini. Kalau ada komoditas yang memang membutuhkan tambahan dari luar, misalnya bawang putih, maka itu sudah sejak awal diperkirakan," bebernya.
"Dihitung berapa kebutuhannya dan didatangkan dari luar sesuai dengan waktu kedatangan, diatur agar tadi harga di dalam negeri juga stabil," tambah Rachmi.
Secara terpisah, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyampaikan sektor pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kekuatan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas negara.
"Bapak Presiden dari awal sudah sangat menekankan pentingnya soal swasembada pangan dan pada hari ini kita semua menjadi saksi hidup, saksi sejarah, betapa pentingnya persiapan yang sudah dilakukan dari satu tahun setengah yang lalu, ketika Bapak Presiden menjabat sebagai Presiden," kata Qodari.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.