Chisinau (ANTARA) - Rumania siap mengizinkan penempatan personel dan peralatan militer AS di pangkalan militer Deveselu, kata Presiden Rumania Nicusor Dan pada Rabu (11/3).
Media Rumania melaporkan bahwa Amerika Serikat meminta izin untuk menggunakan infrastruktur sekutu guna mendukung operasinya di Timur Tengah.
Sebelumnya pada Rabu, Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional Rumania menyetujui permintaan AS untuk penempatan sementara pasukan dan peralatan militer di wilayah Rumania.
"Permintaan AS terkait telah ditinjau dan disetujui oleh Dewan Pertahanan Tertinggi. Ini menyangkut pengisian bahan bakar pesawat, peralatan pengawasan, dan komunikasi satelit," kata Dan seperti dikutip oleh media Rumania, termasuk Digi24.
Peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung operasi Washington di Timur Tengah, imbuh Presiden Rumania.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi serangan AS-Israel, serta menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan sesegera mungkin.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Badai salju lebat landa Rumania selatan dan tenggara
Baca juga: Wamentan promosikan peluang investasi RI kepada investor Rumania
Baca juga: Dubes: Rumania prioritaskan kerja sama pendidikan dengan Indonesia
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.