Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, donasi 31 ambulans dari berbagai mitra untuk percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Sumatra merupakan bukti semangat gotong royong yang luar biasa.

"Selain ambulans, banyak alat kesehatan yang didonasikan oleh teman-teman. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Indonesia itu luar biasa," kata Budi di Jakarta, Kamis.

Untuk melengkapi donasi dari para mitra swasta, kata Menkes, pemerintah juga menggelontorkan Rp529 miliar untuk anggaran kesehatan bagi wilayah terdampak.

Budi menyebutkan untuk memastikan layanan kesehatan di daerah terdampak, masih dibutuhkan kasur, meja, kursi, lemari es untuk vaksin, PC, hingga alat-alat berteknologi tinggi seperti CT Scan, MRI, mammogram, dan x-ray.

Dengan Rp529 miliar, katanya, diharapkan alat-alat tersebut dapat segera dipenuhi per Juni 2026.

Dia pun mengapresiasi pihak swasta yang sudah membantu memenuhi sejumlah kebutuhan layanan kesehatan tersebut.

"Sesudah alat dan fasilitasnya beres, perhatian kita adalah ke pegawai-pegawainya. Orang-orangnya. Data pertama kita ada tiga ribuan lebih yang rumahnya rusak, jadi gimana dia mau kerja," katanya.

Saat ini, katanya, ada sekitar seribu nakes yang namanya sudah disetujui untuk menerima penyaluran dana renovasi.

"Kalau rusak kecil Rp15 juta ya. Rusak sedang Rp30 juta, kemudian kalau rusak berat Rp60 juta. Jadi dengan demikian dikasih ke semua tenaga medis dan tenaga kesehatan agar mereka bisa segera merenovasi rumahnya dan bisa hidup normal kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan bahwa 20 unit ambulans berasal dari PT Astra International, 10 berasal dari PT Indomobil, dan 1 dari Yayasan Imeco Bhakti Nusa.

Adapun ambulans itu akan didistribusikan ke sejumlah daerah, antara lain Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, Medan, dan Padang Pariaman.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.