Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A Subsp.Kardio (K) mengatakan rumor negatif yang beredar di media sosial mengenai imunisasi cukup berpengaruh terhadap keputusan masyarakat yang enggan memberikan vaksinasi kepada anaknya untuk menangkal penyakit menular.

“Selain pengaruh pandemi, tapi hembusan kegalauan yang dihembus-hembuskan terus, apalagi sekarang media sosial kan banyak ya ada macem-macem,IG, ada threads, ada twitter, TikTok Itu semuanya bersama-sama menggalaukan masyarakat,” kata Piprim.

Baca juga: Vaksinasi campak gratis lindungi anak saat libur Lebaran

Ia mengatakan mewabahnya kasus campak di Indonesia sampai menimbulkan kasus kematian pada anak karena cakupan vaksinasi yang sangat kurang di beberapa daerah, sehingga tidak menciptakan kekebalan di lingkungan anak (herd immunity).

Piprim mengatakan sebelumnya kasus campak sudah mulai mereda di Indonesia karena cakupan imunisasi yang mencukupi untuk melindungi anak balita. Namun adanya rumor di media sosial yang menimbulkan ketakutan terhadap vaksin membuat cakupan kembali turun dan menyebabkan wabah kembali merebak.

“Karena campak itu paling menular, begitu cakupan imunisasinya terganggu, turun 20 persen saja, itu KLB-nya sudah heboh. Apalagi ada kantong-kantong yang memang sama sekali nggak mau vaksinasi. Dan itu sumber dari berkembangbiaknya virus di situ. Kemudian menyebar ke mana-mana,” kata Piprim.​​​​​​​

Baca juga: Vaksinasi campak difokuskan pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun

Piprim mengatakan masyarakat diharapkan memprioritaskan ketakutan pada efek penyakit campak bukan pada vaksinnya, karena dampaknya sangat jelas dan bisa menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa anak.

Ia juga mengimbau menjelang libur Lebaran anak perlu dijaga dari kerumunan dan dilindungi terutama dari orang tidak dikenal yang menyentuh atau mencium di tengah situasi KLB campak ini.

Untuk proteksi, Piprim menyarankan jika sudah masuk waktu vaksinasi pada bayi dan balita segera lengkapi sebelum lebaran dan bertemu orang banyak sebagai salah satu upaya mencegah penyakit menular.

Baca juga: Cegah penularan masif, Menkes kebut imunisasi campak sebelum Lebaran

Baca juga: Kemenkes siap buka layanan vaksin campak di posko mudik

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.