Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit mobil dapur umum lapangan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga penyintas banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa mobil dapur umum tersebut diharapkan tiba di lokasi pengungsian pada Sabtu (14/3) guna melayani kebutuhan logistik para penyintas yang saat ini menempati fasilitas pemerintah daerah.
"Bantuan bahan pokok dan bantuan non-pangan. Selain itu, BNPB mendorong satu unit mobil dapur umum lapangan yang diharapkan tiba pada Sabtu minggu ini," kata dia.
Mobil dapur umum lapangan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 38 keluarga penyintas yang mengungsi menempati Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Puluhan keluarga itu adalah warga Desa Pepelah, Kecamatan Pining yang rumahnya hancur dihantam bencana 25 November 2025 lalu, sehingga selama ini mereka bertahan di tenda-tenda darurat yang jauh dari kondisi nyaman.
Oleh karena itu, BNPB - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berinisiatif memanfaatkan fasilitas BLK tersebut sebagai tempat pengungsian sementara.
Gedung BLK dinilai sangat layak dan nyaman untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan - Idul Fitri ketimbang bertahan di tenda.
Baca juga: Pemkab Agam salurkan bantuan untuk 358 korban bencana hidrometeorologi
Namun, Suharyanto memastikan bahwa BLK tersebut sifatnya hanya untuk sementara dimanfaatkan sebagai pengungsian, selanjutnya mereka akan dipindahkan ke rumah hunian sementara (huntara) yang sekarang masih dibangun.
“Sementara sampai huntaranya dibangun, dua minggu paling tidak sudah jadi, agar tidak tinggal di tenda jadi di sini dulu. Nanti dibuatkan dapur umum, sudah dimasakin nanti tinggal makan saja, supaya lebih nyaman tinggal di sini,” kata dia.
Baca juga: Kasad: Jembatan jadi simbol hadirnya negara untuk ekonomi rakyat
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.