Moskow (ANTARA) - Mantan presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang ditangkap militer Amerika Serikat pada Januari lalu, ditahan di unit isolasi penjara Amerika, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol ABC, Kamis, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Para narapidana di penjara tersebut mendapat izin untuk keluar dari sel mereka selama satu jam sebanyak tiga kali dalam sepekan, dengan menggunakan borgol dan dikawal dua penjaga, menurut laporan tersebut.

Pada malam hari, Maduro terdengar berteriak dalam Bahasa Spanyol dari selnya bahwa ia diculik dan diperlakukan dengan buruk, lapor ABC.

Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah meminta perwakilan dari Venezuela untuk melakukan kunjungan konsuler. Pengadilan menyetujui kunjungan tersebut dan kunjungan itu berlangsung pada 30 Januari lalu, tambah laporan itu.

Pada 3 Januari, Amerika melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Maduro dan Flores serta membawa mereka ke New York.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" hingga menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Maduro tuduh otoritas AS melanggar perlindungan konstitusinya

Baca juga: Venezuela dan AS sepakat kerja sama atasi perdagangan narkoba

Baca juga: Protes pecah di Caracas sebulan setelah penangkapan Maduro

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.