“Meski kita tidak menambah personel pengamanan, namun pola pengamanan yang kita tingkatkan dengan intensifkan patroli terutama daerah-daerah yang kita nilai rawan,”

Nabire (ANTARA) - Polda Papua Tengah meningkatkan pengamanan di kawasan tambang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyusul insiden penembakan yang menewaskan seorang karyawan di area tambang tersebut.

Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini di Nabire, Kamis, mengatakan sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan pola pengamanan dengan memperkuat patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan di sekitar area tambang.

“Meski kita tidak menambah personel pengamanan, namun pola pengamanan yang kita tingkatkan dengan intensifkan patroli terutama daerah-daerah yang kita nilai rawan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta pihak PT Freeport Indonesia menambah fasilitas pengawasan berupa kamera pengawas atau CCTV di sejumlah lokasi strategis.

“Kami meminta pihak Freeport menambah CCTV untuk memperkuat pemantauan, terutama di titik-titik rawan,” katanya.

Ia mengatakan, aparat kepolisian belum dapat memastikan apakah pelaku penembakan berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau dari kelompok bersenjata lainnya.

Pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan yang terjadi di kawasan tambang Grasberg.

“Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. Kita masih dalami apakah KKB atau bukan, karena banyak kelompok bersenjata yang muncul. Kita berupaya identifikasi kelompok mana yang melakukan penembakan di area Freeport,” katanya.

Ia menjelaskan dukungan teknologi seperti kamera pengawas dinilai penting untuk membantu meningkatkan efektivitas pengamanan.

Sebelumnya, seorang karyawan CV Mpeigelah yang bekerja di area PT Freeport Indonesia dilaporkan tewas setelah terkena tembakan orang tak dikenal (OTK) di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada Rabu (11/3) sekitar pukul 08.30 WIT.

Korban diketahui bernama Simson Mulia yang saat itu sedang menuju lokasi kerja bersama rekannya menggunakan kendaraan operasional.

Korban mengalami luka tembak di bagian telinga kanan yang tembus hingga telinga kiri, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari kendaraan saat mendengar suara tembakan.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan serta memastikan kondisi keamanan di kawasan tambang tetap kondusif.

Jenazah korban telah diterbangkan ke Jakarta untuk dikebumikan di kampung halamannya di Bandung, Jawab Barat pada Kamis (12/3) pagi.

Baca juga: Polda Papua Tengah antisipasi potensi gangguan keamanan saat Ramadhan

Baca juga: Dua polisi korban penembakan KKB dirawat di RSUD Nabire

Baca juga: Bentrok antar kelompok kembali terjadi di Puncak Jaya 59 orang terluka

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.