PBB, New York (ANTARA) - Jalan fundamental untuk mencegah situasi konflik di Iran semakin memburuk adalah Amerika Serikat (AS) dan Israel menghentikan operasi militer mereka, kata seorang utusan China dalam penjelasannya di pemungutan suara untuk draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai situasi terkait Iran pada Rabu (11/3).

"China sangat prihatin dengan situasi yang meningkat dengan cepat di kawasan Teluk, yang berisiko menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam jurang berbahaya," kata Fu Cong, perwakilan tetap China untuk PBB.

Tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB, dan di tengah negosiasi antara Teheran dan Washington, AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, yang jelas-jelas melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, katanya.

"Pecahnya perang ini tidak memiliki justifikasi dan legitimasi," tegas Fu, seraya menambahkan bahwa kelanjutannya hanya akan membawa kerugian tanpa manfaat apa pun.

Pada saat yang sama, kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara Teluk Arab juga harus dihormati sepenuhnya, kata utusan tersebut.

"Dalam hal ini, China tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk, dan mengutuk semua serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan target non-militer."

Seraya menyampaikan bahwa China mendukung tuntutan sah negara-negara Teluk Arab untuk menjaga keamanan nasional mereka, menghargai dan mendukung sikap menahan diri mereka, dan mendukung upaya berkelanjutan negara-negara regional untuk menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomatik, Fu mengatakan China sangat memandang penting draf resolusi yang diajukan Bahrain atas nama Dewan Kerja Sama Teluk dan Yordania.

Dia mengatakan China berpartisipasi secara konstruktif dalam konsultasi tersebut.

"Namun, sayangnya, draf resolusi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan akar masalah dan gambaran keseluruhan konflik secara seimbang. Saran-saran yang masuk akal dari China tidak dipertimbangkan secara memadai. Oleh karena itu, China tidak punya pilihan selain abstain dalam pemungutan suara tersebut."

Menggarisbawahi bahwa kelanjutan dan eskalasi konflik tidak menguntungkan pihak mana pun, Fu menyatakan China kembali menyerukan penghentian segera operasi militer demi mencegah siklus eskalasi lebih lanjut, serta menghindari meluas dan membesarnya konflik.

"Pihak-pihak terkait harus segera kembali ke jalur dialog dan negosiasi yang benar, serta menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog yang setara," ujar Fu, seraya menambahkan bahwa China siap untuk terus bekerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut serta komunitas internasional yang lebih luas guna membangun sinergi untuk perdamaian dan mendorong pemulihan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah secepatnya. Selesai


Pewarta: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.