...Membangun gedung tidaklah sekadar mendirikan tembok yang tinggi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan proses pembelajaran bagi peserta didik.

Mu'ti mengatakan peresmian itu menandai tuntasnya program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2025 di Provinsi Aceh yang menjangkau 726 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp688,2 miliar mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal.

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menyasar Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh berhasil membangkitkan semangat belajar para murid dan guru karena meningkatkan kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.

Untuk program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 di Kabupaten Bireuen, pihaknya mencatat sebanyak 116 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS), dengan total nilai bantuan mencapai Rp167,4 miliar.

Baca juga: Mendagri targetkan huntara korban bencana Sumatera selesai 10 hari

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sebanyak 86 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh sekolah, sementara 30 sekolah lainnya akan dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD.

“Hari ini kita akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Negeri Muhajidin yang mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tahun 2026. Ini merupakan realisasi dari revitalisasi tahun 2026 yang alhamdulillah sebagian sudah kita tetapkan dan sudah bisa dimulai pembangunannya,” kata Mendikdasmen Mu'ti.

Selanjutnya, ia juga menuturkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, namun juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun generasi Indonesia yang hebat melalui pemenuhan sarana dan prasarana.

“Membangun gedung tidaklah sekadar mendirikan tembok yang tinggi, tetapi membangun fondasi yang kokoh dalam rangka membangun anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mu'ti juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Ia menekankan sarana pendidikan yang dibangun melalui program revitalisasi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Baca juga: Menkes: Donasi 31 ambulans untuk Sumatra wujud gotong royong

Baca juga: Satgas PRR tinjau lokasi bencana di Agam, bahas percepatan huntap

Baca juga: BNPB kerahkan mobil dapur umum untuk pengungsi banjir Gayo Lues

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.