Denpasar (ANTARA) - Kepolisian Daerah Bali menerjunkan sebanyak 2.169 personel untuk mengamankan ribuan titik strategis dalam rangka Operasi Ketupat Agung-2026 menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksanaan operasi kepolisian terpusat tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, Kamis.
Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya menjelaskan Operasi Ketupat Agung-2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel Polri yang didukung oleh unsur TNI serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, terdapat dua tujuan utama dalam pelaksanaan operasi ini, yakni mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat selama masa libur.
Selain itu, operasi ini juga bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali.
"Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan lokasi keramaian," kata Daniel.
Untuk menunjang pengamanan, Polda Bali menyiapkan 31 pos yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan lima pos terpadu yang dijaga oleh personel gabungan dari Polri, TNI dan instansi terkait.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital dan lokasi keramaian seperti 256 masjid, 539 mushola, 351 lokasi salat Id, serta 308 titik kegiatan malam takbiran.
Selain itu, pengamanan juga mencakup sejumlah fasilitas transportasi dan destinasi wisata seperti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan, 11 terminal, 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan.
Polda Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Beberapa kegiatan yang menjadi fokus pengamanan di antaranya pelaksanaan Tawur Agung Kesanga serta pawai ogoh-ogoh yang merupakan bagian dari rangkaian tradisi masyarakat Hindu menjelang Nyepi.
Kapolda Bali mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran untuk memperhatikan beberapa hal agar mudik aman.
"Saat mudik, pastikan rumah aman dan cek kembali instalasi listrik, kompor, barang berharga, serta pastikan semua pintu dan jendela telah terkunci untuk mencegah kebakaran maupun penculikan," ungkapnya.
Daniel mengajak masyarakat untuk jangan ragu menitipkan kendaraan maupun barang berharga ke kantor kepolisian.
"Kami siap membantu menjaganya," pungkasnya.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.