Cianjur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menutup sementara seluruh destinasi wisata alam di Gunung Gede-Pangrango selama satu hari pada tanggal 20 Maret agar masyarakat dan petugas dapat merayakan Lebaran bersama keluarga.
Kepala Bidang Teknis Balai Besar TNGGP Agus Yulianto di Cianjur, Kamis, mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 04 tahun 2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Alam TNGGP yang dikeluarkan pada 10 Maret 2026.
"Seluruh destinasi wisata di bawah Balai Besar TNGGP wilayah Cianjur dan Sukabumi ditutup sementara selama satu hari, dan kembali beroperasi seperti biasa pada tanggal 21 Maret," katanya.
Pihaknya meminta seluruh kalangan mematuhi larangan melakukan kegiatan di destinasi wisata di kawasan taman nasional mulai dari pendakian, air terjun, dan jembatan gantung di kawasan Situ Gunung-Sukabumi, karena sanksi tegas akan diberikan bagi pelanggar.
Baca juga: TNGGP berikan sanksi kepada 36 orang pendaki ilegal
Penutupan dilakukan agar masyarakat memanfaatkan waktu Lebaran Idul Fitri guna berkumpul bersama keluarga dan para petugas dapat menjalankan ibadah shalat Id dan berlebaran bersama di kampung halaman.
"Kami meminta masyarakat untuk mengikuti aturan dengan tidak melakukan aktivitas pendakian dan wisata selama penutupan karena sanksi tegas akan diberikan," katanya.
Selama penutupan, pihaknya meningkatkan pengawasan dan patroli melibatkan masyarakat dan relawan sekitar guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran termasuk pendakian yang masih ditutup.
Dia menambahkan, selama penutupan diberlakukan pihaknya menempatkan 25 petugas di sepanjang jalur pendakian guna mengantisipasi pendaki ilegal karena pendakian ke Gunung Gede-Pangrango masih ditutup.
Pendaki ilegal yang terjaring akan dikenakan sanksi administrasi, membayar denda, dan masuk dalam catatan hitam atau black list dilarang mendaki di seluruh taman nasional di Indonesia selama beberapa tahun.
Baca juga: TNGGP pastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.