Moskow (ANTARA) - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ari Larijani pada Kamis (12/3) mengatakan bahwa negara Republik Islam itu akan membuat Presiden AS Donald Trump membayar atas agresi terhadap Iran.

"Trump mengatakan dia mencari kemenangan cepat. Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyerah sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang serius ini," tulisnya di X.

Trump mengatakan pada Rabu (11/3) bahwa Iran "hampir berada di ujung jalan." Dia juga mengancam akan menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam, tetapi berharap langkah tersebut tidak perlu dilakukan.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Agresi militer tersebut di hari pertama menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan hingga menewaskan hampir 200 siswi.

Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan brutal AS-Iran mencapai lebih dari 1.200 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Survei: Harga bensin melonjak, hampir separuh warga AS salahkan Trump

Baca juga: Trump akan lanjutkan operasi militer di Iran hingga empat pekan lagi

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.