Jakarta (ANTARA) - Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) melaporkan makanan dan minuman serta produk dari sektor hotel, restoran dan katering (horeka) Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 1,41 juta dolar AS atau setara Rp23,79 miliar pada pameran SIRHA Budapest 2026 di Hungaria.
Kepala ITPC Budapest Suci Mahanani mengatakan capaian potensi transaksi tersebut menunjukkan produk Indonesia sangat diminati pengunjung pameran, terutama yang berasal dari Kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT). Situasi ini sekaligus menunjukkan kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar ETT.
"Pasar di kawasan ETT memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk Indonesia. Paviliun Indonesia mampu mencatatkan potensi transaksi yang membanggakan meskipun situasi geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah sedang menantang," ujar Suci dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Sepanjang tiga hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia dikunjungi oleh lebih dari 27.000 orang dari berbagai negara, di antaranya, yaitu Slovakia, Kroasia, Ceko, Polandia, Jerman, Portugal, dan Prancis.
Indonesia mengirimkan tujuh pelaku usaha, di mana lima di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil kurasi program yang diinisiasi Kementerian Perdagangan RI, yakni UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
Adapun produk-produk yang dipamerkan antara lain makanan dan minuman olahan, makanan ringan, minuman herbal, aneka rempah dan minuman teh seduh premium, produk kakao, kopi, vanila dan turunannya, serta produk kontainer plastik premium.
Hungaria merupakan mitra dagang strategis bagi Indonesia. Produk makanan dan minuman seperti olahan buah, cokelat, boga bahari, rempah, dan produk kelapa menjadi komoditas utama yang diminati.
Minat ini diprediksi terus tumbuh dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) 6,47 persen hingga 2028.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dengan Hungaria pada
2025 tercatat sebesar 303,7 juta dolar AS. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Hungaria pada 2025 tercatat mencapai 113,8 juta dolar AS, meningkat 10,65 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 102,8 juta dolar AS.
Baca juga: Kemendag: Peningkatan kualitas produk lokal perluas pasar global
Baca juga: Pameran dagang dan jejak diplomasi ekonomi antar-bangsa
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.