Jakarta (ANTARA) - Google Maps menambahkan tampilan peta tiga dimensi serta integrasi kecerdasan buatan untuk membuat pengalaman navigasi menjadi lebih intuitif dan informatif.

Dilaporkan Carscoops pada Kamis (12/3) waktu setempat, salah satu perubahan paling mencolok adalah hadirnya tampilan peta 3D yang memberikan visual lingkungan sekitar dengan lebih realistis.

Fitur ini memungkinkan pengguna melihat bangunan dan lanskap secara lebih jelas ketika mengikuti rute perjalanan.

Selain peningkatan visual, pembaruan ini juga membawa sejumlah fitur navigasi baru yang dirancang untuk membantu pengemudi memahami kondisi jalan dengan lebih baik.

Peta kini menampilkan informasi tambahan seperti jalur kendaraan, penyeberangan pejalan kaki, hingga lampu lalu lintas.

Baca juga: Google ingin integrasikan Nano Banana ke aplikasi Maps

Tampilan peta juga akan menyesuaikan secara otomatis saat kendaraan mendekati persimpangan atau titik penting.

Sistem akan melakukan zoom otomatis agar pengemudi dapat melihat detail jalan dengan lebih jelas ketika akan berbelok atau berpindah jalur.

Pembaruan tersebut juga menghadirkan dukungan kecerdasan buatan yang membuat instruksi navigasi menjadi lebih mudah dipahami.

Dengan bantuan AI, aplikasi dapat memberikan panduan arah yang lebih natural dan relevan dengan kondisi perjalanan pengguna.

Selain itu, pengguna juga dapat memperoleh informasi lebih lengkap mengenai rute yang dipilih.

Baca juga: Google Maps dan Travoy siapkan fitur lengkap untuk Mudik 2026

Aplikasi akan memberikan gambaran berbagai opsi rute beserta konsekuensinya, seperti waktu tempuh atau kondisi lalu lintas.

Pembaruan ini juga memperkenalkan fitur bernama Ask Maps yang didukung Gemini AI, yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan langsung kepada aplikasi menggunakan teknologi AI.

Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta rekomendasi tempat atau merencanakan perjalanan secara lebih mudah.

Fitur Ask Maps memanfaatkan teknologi AI untuk memproses berbagai informasi seperti ulasan pengguna dan data lokasi bisnis.

Dengan begitu, aplikasi dapat memberikan jawaban yang lebih relevan ketika pengguna mencari tempat makan, destinasi wisata, atau lokasi tertentu.

Pembaruan ini mulai diluncurkan secara bertahap kepada pengguna di beberapa wilayah seperti Amerika Serikat dan India, dengan rencana ketersediaan yang lebih luas di masa mendatang.

Baca juga: Google Maps sematkan AI Gemini untuk tingkatkan kemampuan navigasi

Baca juga: Google bisa menelusuri tempat masa lalu Anda, bagaimana caranya?

Baca juga: Cara berbagi lokasi real-time lewat Google Maps di Android & iOS

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.